Tingkatkan Kemampuan Menyimpulkan Isi Cerita dengan SQ3R

Oleh : Sri Sunarti, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Membaca adalah suatu kegiatan yang sangat bermanfaat. Selain bisa menambah pengetahuan, membaca juga memungkinkan kita mengambil pelajaran dari isi buku yang dibaca, baik berupa cerita fiksi maupun nonfiksi. Agar setiap aktivitas membaca yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif dan efisien, maka diperlukan teknik tertentu.

Pembelajaran membaca di Sekolah Dasar dibagi menjadi dua bagian yaitu membaca permulaan untuk kelas rendah (kelas 1,2 dan 3) serta membaca kelanjutan dikelas tinggi (kelas 4,5 dan 6). Membaca lanjutan di kelas tinggi digunakan sebagai keterampilan dalam membaca pemahaman.

Menurut Resmini dan Juanda (2007, hal.80) membaca pemahaman atau reading for understanding adalah salah satu bentuk kegiatan membaca dengan tujuan untuk memahami isi pesan yang terdapat dalam bacaan. Salah satu cara untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca pemahaman yaitu dengan membuat rangkuman atau kesimpulan dari isi cerita yang dibaca.

Menyimpulkan isi cerita adalah kegiatan dimana siswa harus menemukan ide pokok atau pokok masalah tiap paragraf pada cerita tersebut dengan ringkas, padat dan jelas. Setelah menemukan ide pokok atau pokok masalah, siswa harus menyimpulkan isi cerita berdasarkan ide pokok atau pokok masalah dari tiap paragraf dari cerita tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri.

Baca juga:   Gerakan Siswa dan Pramuka Sapa dengan Metode CekÔÇôKlik

Menyimpulkan isi cerita anak adalah salah satu materi yang diajarkan di kelas VI SDN Ngalian Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Materi ini terlihat mudah tapi tidak seperti kenyataannya di kelas. Sehingga diperlukan metode pembelajaran yang menjadikan siswa merasa mudah dalam mengikuti materi pembelajaran tersebut. Ketika siswa merasa senang dalam mengikuti pembelajaran akan berkorelasi terhadap hasil belajarnya.

Salah satu metode yang penulis terapkan dalam pembelajaran menyimpulkan isi cerita anak adalah metode SQ3R (Survey, Question, Real, Recite, Review). Menurut Suyatmi SQ3R merupakan salah satu metode membaca yang efektif dan efisien. Francis P. Robinson (1941) mengungkapkan bahwa metode SQ3R terdiri dari lima tahapan yaitu, Survey, Question, Real, Recite, and Review. Sebelum kita membaca, terlebih dahulu kita melakukan survey bacaan untuk memperoleh gambaran umum dari apa yang kita baca, selanjutnya kita membuat daftar pertanyaan untuk diri kita sendiri dimana jawabannya akan kita dapat saat kita membaca bacaan tersebut. Langkah berikutnya kita mengutarakan kembali gagasan pokok dari apa yang kita baca dengan kata-kata sendiri. Metode ini akan membantu kita agar lebih mudah memahami dan mengingat lebih lama isi bacaan.

Baca juga:   Whatsapp Group Mempermudah Anak Mengekspresikan Cerita Fabel

Karakteristik metode pembelajaran SQ3R adalah siswa berperan aktif dalam pembelajaran guru sebagai fasilitator dan mediator yang aktif. Pembelajaran dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil dan guru sebagai pembimbing. Siswa dihadapkan pada suatu fenomena dan diminta untuk mensurvei hal-hal pokok, siswa menyelidiki makna yang terkandung di dalam fenomena tersebut.

Dengan penerapan metode pembelajaran SQ3R, yang dilakukan oleh penulis ternyata berdampak positif kemampuan siswa dalam menyimpulkan isi cerita sesuai bacaan meningkat, metode pembelajaran yang menuntut siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran membuat motivasi dan semangat siswa meningkat, sehingga hasil belajar juga meningkat. (btj2.2/ton)

Guru Kelas VI SDN Ngalian Kec. Tirto Kab. Pekalongan

Populer

Lainnya