Mudah Belajar Degree of Comparison melalui Categories

Oleh: Ana Rahmawati Ningsih, S.Pd., M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar bahasa Inggris tak lepas dari belajar tentang tata bahasa. Dalam mempelajari tata bahasa Inggris, siswa mengalami kendala di dalamnya. Mengingat, tata bahasa Inggris berbeda dengan tata bahasa Indonesia. Seperti siswa mempelajari sebuah struktur kalimat dalam materi pembelajaran degree of comparison (tingkat perbandingan). Pada bahasa Indonesia, penggunaan kosakata dalam tingkat perbandingan terbilang lebih mudah daripada bahasa Inggris. Misalnya, tingkat perbandingan lebih. “Lebih” adalah kata yang dipakai dalam tingkat perbandingan bahasa Indonesia. Tidak ada perubahan dalam kosakata tersebut. Contoh, Semangka A lebih berat daripada semangka B; Buku A berukuran lebih besar daripada buku B; Pensil A lebih panjang daripada pensil B. Penggunaan kata “lebih” tidak berganti dengan kata lain. Berbeda dengan mempelajari tingkat perbandingan bahasa Inggris. Untuk perbandingan “lebih” menggunakan kosakata dengan ditambah “… er” atau “more …”. Tergantung dari jumlah suku kata sifat yang akan dipakai dalam tingkat perbandingan tersebut.

Selain tingkat perbandingan lebih, ada tingkat perbandingan paling. Dalam bahasa Indonesia, untuk menunjukkan tingkat perbandingan paling, biasanya menggunakan kata “paling” atau “ter”. Contoh, Semangka A paling berat di antara semangka A dan semangka B. Tapi, dalam bahasa Inggris, untuk tingkat perbandingan paling menggunakan kosakata dengan ditambah “the … est” atau “the most …”. Tergantung pada berapa jumlah suku kata sifat yang dipakai dalam tingkat perbandingan tersebut. Perbedaan tata bahasa itulah yang membuat siswa tampak kebingungan ketika mereka menghadapi tata bahasa yang berbeda.

Baca juga:   Mimadewo Mudahkan Siswa Menulis Descriptive Teks

Melchor Bernardo dalam artikelnya berjudul 30 Get to Know You Games for Kids menyatakan bahwa ada sebuah teknik pembelajaran yang berupa sebuah permainan bernama Categories. Dalam penerapan teknik ini, siswa lebih antusias dan senang dalam menerima materi pembelajaran dengan materi tingkat perbandingan.

Adapun langkah-langkah pembelajaran menggunakan teknik ini: pertama, guru membentuk kelompok siswa. Jumlah siswa setiap kelompok sebanyak 5 sampai 6 siswa. Atau tergantung jumlah seluruh siswa yang ada.
Kedua, guru meminta setiap kelompok siswa untuk mengamati anggota kelompok masing-masing. Mereka dapat mengamati bentuk tubuh, kulit, mata, hidung, berat badan, tinggi badan, pakaian, dan lain sebagainya. Atau guru dapat meminta siswa mengamati benda-benda yang ada di dalam maupun luar kelas.

Ketiga, guru memandu siswa untuk membuat kalimat-kalimat perbandingan sesuai dengan penggambaran siswa dalam satu kelompok. Dimulai kalimat-kalimat dengan tingkat yang mudah, sedang, sampai sulit.
Keempat, masing-masing kelompok dapat membuat kalimat-kalimat tingkat perbandingan. Guru memberikan batas waktu pengerjaaan. Kelima, kelompok siswa dapat mengumpulkan kalimat-kalimat yang mereka kerjakan sesuai dengan batas waktu pengerjaan. Bagi kelompok siswa yang mengerjakan kalimat-kalimat tingkat perbandingan paling banyak daripada kelompok lain, maka kelompok siswa tersebut menjadi pemenangnya.

Baca juga:   Belajar Bahasa Inggris melalui Film Animasi

Keenam, kelompok pemenang dapat mempresentasikan kalimat-kalimat tingkat perbandingan mereka di depan kelas. Ketujuh, guru dan siswa secara bersama-sama membuat refleksi untuk pembelajaran dengan materi degree of comparison atau tingkat perbandingan.

Penerapan teknik pembelajaran lewat permainan Categories membuat siswa lebih bersemangat dan aktif dalam pembelajaran. Selain itu, siswa dapat membuat kalimat-kalimat tingkat perbandingan dari tingkat yang mudah, sedang, dan sulit secara lisan dan tulis. Teknik ini telah diterapkan pada siswa kelas 8 semester 2 di SMP Negeri 3 Patebon. Hasil penilaian siswa meningkat daripada menggunakan teknik pembelajaran sebelumnya. (ips2.2/aro)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Patebon

Populer

Lainnya