Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Asmaul Husna melalui Metode Market Place

Oleh : Wiwik Widyoretno, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sekolah merupakan unsur pendidikan yang memberikan ilmu-ilmu kepada para siswa, di antaranya adalah ilmu tentang keagamaan. Pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran di sekolah yang mengajarkan ilmu- ilmu tentang agama. Di antaranya adalah materi tentang aqidah, dalam materi aqidah yang di ajarkan di tingkat SMP salah satunya adalah tentang Asmaul Husna (mama-nama Allah yang indah).

Namun dalam memahami materi tentang Asmaul Husna siswa memang bisa mengetahui asma-asma Allah SWT namun mereka kurang begitu menguasai baik dalil, makna, hikmah serta contoh prilaku yang wajib dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan ada sebagian siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memaknai asmaul husna yang satu dengan yang lainnya sehingga sering tertukar dengan makna Asmaul Husna yang lainnya, dari masalah itu maka diperlukan metode mengajar yang bisa membuat siswa lebih aktif mencari informasi dengan kegiatan pembelajaran yang berkesan dan menyenangkan bagi mereka.

Sampai akhirnya setelah dicoba beberapa metode akhirnya ditemukan metode yang tepat untuk mengajarkan materi Asmaul Husna kepada siswa yaitu dengan metode market place. Market place adalah metode pembelajaran berupa kegiatan pasar, dimana siswa dapat melakukan aktivitas jual beli informasi.

Baca juga:   Mengubah Persepsi Siswa Terhadap Bimbingan Konseling melalui Layanan Informasi

Terdapat kelompok siswa pemilik informasi untuk dijual kepada kelompok lain dan kelompok siswa yang membeli informasi. Informasi yang diperjualbelikan adalah materi yang dipelajari pada hari itu. Tanggung jawab untuk mencari informasi secara individual dan mampu mempromosikan hasil kajiannya.

Teknisnya suatu konsep atau karya akan menggunakan markel place maka dalam kelompok belajar siswa setiap kelompok disepakati pembagian tugas ada yang menjadi kelompok penjual untuk mempromosikan atau kelompok siswa pemilik informasi untuk mempromosikan, menjual, dan mempertahankan karya kelompoknya kepada kelompok lain dan kelompok siswa yang membeli informasi.

Informasi yang diperjualbelikan adalah materi. Yang mana mereka sebagai pembeli akan melakukan dialog, tanya jawab, bahkan mengevaluasi atau mengkritisi (Diakses dari internet:
https://jorjoran.wordpress.com/2016/11/10/implementasi-tehnil-market-place-activity-mpa-learning/).

Melalui metode market place, siswa dapat dilatih secara berkelompok maupun secara individu dalam berinteraksi mencari informasi sebanyak-banyaknya pada kelompok-kelompok yang memberikan informasi tentang Asmaul Husna dengan lengkap dengan tampilan dan kreativitas anak sehingga lebih menarik.

Berkaitan dengan metode market place ini pernah dilaksanakan di SMPN 1 Kedungwuni dan setelah melalui tahapan-tahapan dari metode tersebut dapat disimpulkan bahwa metode market place dalam pembelajaran materi Asmaul Husna terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Baca juga:   Pembelajaran IPS Lebih Semangat dengan Metode Talking Stick

Dengan metode pembelajaran market place juga memberikan kemudahan bagi siswa dalam berkreasi dan berinovasi pada pembelajarannya lebih efektif dan efisien waktu dalam mencapai tujuan pembelajaran. (bw1/lis)

Guru SMPN 1 Kedungwuni

Populer

Lainnya