Menentukan Luas Daerah Bangun Datar dengan Papan Berpetak

Oleh : Sri Yuniarsih S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA kerap dianggpa mata pelajaran sulit oleh sebagian besar siswa. Bahkan, hasil rata-rata nilai Ujian Nasional sangat rendah. Kondisi ini cukup mengkawatirkan. Perlu dilakukan perbaikan segera, terutama oleh guru.

Teori perkembangan kognitif Piaget mengatakan bahwa yang harus diketahui guru matematika yaitu bahwa perkembangan kognitif siswa bergantung kepada seberapa jauh siswa dapat memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya, bagaimana ia mengkaitkan antara pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengalaman barunya.

Sesuai dengan teori perkembangan kognitif Piaget itu, salah satu alat yang dapat digunakan untuk menerangkan pengertian luas bangun datar adalah papan atau buku berpetak/strimin yang murah dan mudah didapat.

Pengertian bidang datar biasanya digambarkan sebagai hasil pengirisan permukaan yang tipis sehingga tidak memiliki ketebalan. Bidang datar disebut sebuah bidang tertentu tidak mempunyai ukuran ketebalan, hanya mempunyai ukuran panjang dan lebar.

Metode pembelajaran matematika yang tepat untuk menentukan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, bisa melalui metode ceramah, ekspositori, demonstrasi, tanya jawab, penugasan, eksperimen, drill/latihan, penemuan inquiry, permainan dan pemecahan masalah. Namun untuk meningkatkan motivasi siswa, penulis meneraokan metode permainan dan penemuan. Dengan metode ini, siswa dirangsang berpikir dengan bermain untuk menanamkan konsep-konsep matematika. Sedangkan metode penemuan merupakan metode yang mengatur pembelajaran sehingga anak memperoleh pengetahuan yang belum diketahuinya, atau sebagian dan seluruhnya ditemukan oleh siswa sendiri.

Baca juga:   Hitung Bilangan Bulat Menyenangkan dengan Kancing Warna

Penerapan metode penemuan, dengan alat papan berpetak. Pengertian luas daerah adalah bangun datar persegi dengan panjang sisi 1 (satu) satuan panjang merupakan 1 (satu) satuan luas, jadi jika panjang sisi persegi 1 sentimeter, maka luas daerah persegi tersebut=1cm2. Jika panjang sisi persegi 1m, maka luas daerah persegi tersebut=1m2, dan seterusnya. Dapat juga digambarkan sebuah ubin persegi sebagai 1(satu) satuan luas 1 ubin persegi=1 satuan luas, 2 ubin persegi=2 satuan luas, 3 ubin persegi=3 satuan luas, dan seterusnya. Diberikan berbagai persegi, siswa diminta menghitung banyaknya persegi atau ubin, kemudian menentukan luasnya.

Menemukan rumus luas derah Persegi dan Persegipanjang, diberikan rangkaian persegi kecil sebagai 1 satuan luas, sehingga rangkaian tersebut membentuk persegi besar atau persegi panjang. Siswa diminta menghitung banyaknya persegi kecil, juga dihitung banyaknya persegi pada setiap baris dan kolom. Siswa diharapkan menemukan hubungan, banyaknya persegi pada 1 kolom x banyaknya persegi pada 1 baris = luas daerah bangun terbentuk.

Semisal banyak ubin yang membentuk bangun ABCD ada 9 ubin, maka dalam 1 baris ada 3 ubin dan dalam 1 kolom ada 3 ubin, jadi banyak ubin semua ada 3×3=9 ubin, jadi luas daerah persegi ABCD=9 satuan luas. Apabila banyak ubin yang membentuk bangun ABCD ada 15 ubin, atau dapat pula dihitung dalam 1 kolom ada 5 ubin dan 1 baris ada 3 ubin maka banyak ubin semua ada 5×3=15ubin, jadi luas daerah persegi panjang ABCD=15 satuan luas.

Baca juga:   Memakai Masker Solusi Pelajaran Tematik di Masa Pandemi

Guru dapat memilih model pembelajaran, dari model pembelajaran yang digunakan menjadikan siswa aktif dan merasa senang terutama ketika bisa menemukan rumus, juga merasa bahwa matematika ternyata tidak sukar. (ips2.1/ida)

Guru Matematika SMPN 2 Kesesi Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya