Media WhatsApp Memotivasi Siswa Meningkatkan Ketrampilan Menulis Bahasa Inggris

Oleh: Dwi Astuti S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN bahasa Inggris memiliki empat aspek ketrampilan, meliputi mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pada masa pandemic ini, belajar tidak lagi degan tatap muka, bagaimana cara memotivasi untuk meningkatkan aspek –aspek di atas. Adanya perubahan proses pembelajaran inilah yang menuntut guru harus mengubah cara mengajar secara langsung menjadi tidak langsung, meskipun demikian diharapkan siswa tetap belajar walau di rumah.

Bahasa Inggris bukanlah pelajaran favorit bagi kebanyakan peserta didik di sekolah SMPN 42 Semarang, jadi bagaimana membuat pembelajaran tetap menyenangkan dan tidak menjadi tidak membosankan?
Menurut Soekamto dkk (dalam Aqib Zaenal, 2013:216), model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktifitas belajar mengajar.

Kaitannya dengan pembelajaran bahasa Inggris, guru menggunakan media what applicatios yang sudah sangat dikenal oleh siswa didik. Aplikasi ini bisa didapatkan di celluler phone android. What applications, yang selanjutnya disebut dengan whatsapp, dipilih karena mudah mengoperasikannya, dan memilki banyak fitur- fitur yang menarik dan juga mudah digunakan.

Baca juga:   Suami Suka Mabuk, Rumah Tangga Ambruk

Fitur- fitur tersebut meliputi penyampaian pesan perorangan, penyampaian pesan dalam group, melampirkan video, melampirkan foto, melampirkan file dalam bentuk pdf atau words, dan pesan suara dan video conference.

Dalam pembelajaran procedure text yang memotivasi keterampilan menulis siswa, setelah group WA terbetuk untuk 3 kelas, maka pembelajaran bisa melalui media ini.

Pembelajaran menyenangkan dan tidak membosankan adalah impian tiap guru dan siswa, tentu banyak hal yang harus terpenuhi untuk mencapai hal tersebut. Komunikasi dua arah adalah salah satu yang harus ada dalam pembelajaran. Bagaimana cara membangun komunikasi dua arah bisa tercapai dalam pembelajaran on line ini?

Pembelajaran gengan WhatsApp adalah salah satu media pembelajaran yang bisa dikategorikan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan, karena peserta didik sudah akrab dengan aplikasi ini untuk kegiatan sehari-harinya dan mereka sudah pandai mengoperasikannya. Ketika pembelajaran meggunakan media WhatsApp, mereka siap merespon segala materi yang disajikan, menjawab pertanyaan dan bertanya segala yang mereka kurang pahami dlam bahasa Inggris.

Baca juga:   Pembelajaran Menarik dan Merangsang Aktivitas Otak

Komuunikasi yang terjalin memang masih sebatas komunikasi secara tulis, tetapi mereka sudah memperlihatkan bahwa mereka mempunyai minat untuk belajar. Mereka memiliki motivasi untuk belajar, ingin tahu dengan materi yang disajikan yang dibuktikan dengan antusias mereka dalam menrespon/menjawab pertanyaan- pertanyaan.

Diskusi dengan sendirinya juga terjadi di group WhatsApp ini, yaitu manakala salah satu siswa menjawab pertanyaan dan mengajukan pendapat akan tetapi siswa lain memiliki jawaban dan opini yang berbeda. Guru memberikan Kesempatan seluas-luasnya kepada pesta didik untuk bertanya, menjawab dan mengajukan pendapat, sehingga pembelajaran menjadi hidup, tidak membosankan dan menyenangkan.
Memang tidak semua siswa aktif dalam bertanya, menjawab petanyaan, dan memberikan pendapat; karena mereka malu. Namun kemudian mereka wapri ke gurunya langsung. Adalah tanggung jawab guru untuk melayani siswa yang merasa malu dan tidak pede bertanya di WA group. Namun demikian pembelajaran komunikasi dua arah masih tetap terjaga.

Jadi, untuk mencapai komunikasi timbal balik seperti dalam pengajaran tatap muka maka perlu dilengkapi dengan sarana WhatsApp. (ips2/zal)

Guru SMPN 42 Semarang

Populer

Lainnya