Perlakuan Terhadap Anak Kidal

Oleh : Yuni Fitri Astuti

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Baru genap setahun penulis tugas di SD Negeri Pasekaran 01. Beberapa siswa di beberapa kelas menulis menggunakan tangan kiri (kidal) dan mendapat perlakuan yang sama sehingga mereka tidak merasa minder karena berbeda dari teman-teman yang lain. Sehingga mereka dapat mengembangkan bakat dan minat yang mereka miliki.

Menurut Dr. Rose Mini, M.Psi, psikolog dan pengamat pendidikan mengungkapkan berbagai penelitian terus dilakukan sampai saat ini untuk mengetahui penyebab kidal dan belum ada kepastian mengungkap penyebab kidal secara khusus. Dari beberapa penelitian ada dua faktor yang bisa menjadi penyebab seorang anak menjadi kidal yaitu nature (bawaan lahir) dan nurture (pola pengasuhan).

Sejak kapan kecenderungan kidal/leftie bisa diketahui? Dalam buku Child Development (1987) karya Elizabeth B. Hurlock disebutkan populasi anak kidal hanya 10% dan lebih banyak berjenis kelamin laki-laki daripada perempuan. Mereka yang lebih banyak menggunakan tangan kanannya dalam aktivitas sehari-hari disebut right-handed, sebaliknya akan disebut left-handed atau kidal.

Nah, selain dua kecenderungan tersebut, ada juga individu yang dapat menggunakan kedua tangan dengan sama baiknya, biasanya disebut ambidextrous. Kidal atau tidaknya anak biasanya mulai terlihat pada usia 18 bulan dan semakin terlihat jika sudah memasuki usia sekolah 2-3 tahun/preschool dan akan menjadi permanen pada usia 6 tahun. Oleh karena itu jika kita ingin mengubah kebiasaan anak kidal ini, sebaiknya lakukan sebelum dia berusia 6 tahun, dan lakukan secara bertahap dan jangan memaksa.

Baca juga:   Pembelajaran Kelangsungan Hidup Organisme dengan “JAS”

Kecenderungan memaksa terutama di kalangan orangtua dan guru-guru, untuk anak-anak yang terlahir kidal agar selalu menggunakan anggota tubuh sebelah kanan kerap terjadi. Karena perlakuan penggunaan istilah kanan dan kiri yang merambah di masyarakat. Kiri cenderung dimaknai “negatif” dan kanan cenderung dimaknai “positif”. Pemaknaan ini dibawa oleh masyarakat dalam aplikasi kehidupan sehari hari.

Status kidal dalam Islam tidak dilarang. Tetapi untuk makan dan minum Islam mewajibkan menggunakan tangan kanan apabila tangan kanan masih normal kecuali jika tidak bisa digerakkan atau karena faktor tertentu yang menyebabkan tangan kanan tidak bisa berfungsi.

Pemaksaan penggunaan tangan kanan bagi si kidal tindakan yang berbahaya. Tindakan ini dapat berefek pada gangguan bicara hingga kesulitan untuk belajar membaca (disleksia) pada anak.
Dalam beberapa kasus, menurut Dr Barbara Sattler, ketua sebuah lembaga konsultasi anak kidal dari Jerman tindakan ini dapat mengaburkan dominasi fungsi otak, gangguan bicara (gagap, misalnya) atau anak frustasi karena dia tidak nyaman dengan menulis dengan tangan kanan, akhirnya dia marah dan tidak mau menulis ataupun tulisannya menjadi jelek.

Di Kerajaan Inggris pada masa George VI kecil, sang ayah George V memaksa sang anak yang kidal menggunakan tangannya yang kanan. George VI dipaksa. Akibat dari kesalahan didikan ini mengakibatkan George VI menjadi gagap (The King’s Speech, judul film yang menceritakan perjalanan George VI).

Baca juga:   Video Chef Tersaji dalam Eksposisi

Kecenderungan menggunakan tangan kiri tidak lantas dijadikan alasan untuk tidak menggunakan tangan kanan. Berusaha melatih tangan kanan dalam berbagai aktifitas sangatlah positif. Maka, si kidal akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berprestasi sebab mampu menggunakan kedua belahan otaknya secara seimbang.

Untuk kegiatan-kegiatan tertentu, misal makan dan minum serta kegiatan yang melibatkan orang lain, seperti berjabat tangan atau memberi dan menerima sesuatu barang dari orang lain, latihlah anak untuk menggunakan tangan kanan.

Inilah yang bisa dilakukan orang tua pada si kidal : ajarkan anak untuk menggunakan tangan kanan dalam konteks tertentu. Misalnya, ketika makan dan minum, bersalaman dengan tamu, memberi atau menerima sesuatu dari orang lain. Hindari memberi perintah/komando pada anak untuk menggunakan tangan kanan. Hindari terlalu sering menasehati anak untuk menggunakan tangan kanan karena anak justru akan membentengi diri dan menolak sama sekali.

Konsultasikan pada guru anak di sekolah tentang kondisi kidalnya agar guru juga dapat menyikapi dengan bijak dan membantu anak beradaptasi dengan dunia yang dominan kanan ini. (pai1/lis)

Guru SD Negeri Pasekaran 01

Populer

Lainnya