Tingkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar PAI Materi Beriman Kepada Rosul Allah SWT melalui Cooperative Learning

Oleh : Muslich Masruri, S.Ag

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya. Agama Islam memiliki ruang lingkup aqidah, akhlaq, ibadah, dan mu’amalah, atau dapat juga dikatakan bahwa agama Islam mengatur hunbungan antara menusia dengan Allah (akhlaq bil khaaliq), dan manusia dengan sesama manusia (akhlaq bil mujtama’), bahkan mengatur hubungan antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya (akhlaq bil Kaun).

Banyak peserta didik yang mengabaikan pembelajaran agama Islam. Buktinya nilai ulangan harian yang dilaksanakan di kelas VIII , tingkat ketuntasan belajar yanng diperoleh hanya 42% atau hanya 13 peserta didik yang mencapai nilai KKM (≥83 dengan kriteria baik), dan tingkat ketidaktuntasan sebesar 58% atau 18 peserta didik tidak mencapai nilai KKM (< 83). Untuk itu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pendidikan agama Islam ini maka penulis menerapkan metode pembelajaran cooperative learning pada proses pembelajaran Beriman kepada Rosul Allah SWT.

Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat penting untuk mencapai tujuan belajar mencapai hasil belajar yang maksimal. Menurut Aunurrahman (2009:119) keaktifan peserta didik dalam belajar merupakan persoalan penting dan mendasar yang harus dipahami, dan dikembangkan setiap guru dalam proses pembelajaran. Sehingga keaktifan peserta didik perlu digali dari potensi-potensinya, yang mereka aktualisasikan melalui aktifitasnya untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Baca juga:   Demohana Bos Bociter, Cara Mudah Belajar IPA

Selanjutnya menurut Nana Sudjana (2005:72) keaktifan peserta didik dapat dilihat dari keikutsertaan peserta didik dalam melaksanakan tugas belajarnya, terlibat dalam memecahkan masalah, bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapi. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah, melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal, serta menilai kemampuan diri sendiri dan hasil-hasil yang diperoleh.

Pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil 4 – 6 peserta didik untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorong agar peserta didik merasa saling membutuhkan atau yang biasa disebut dengan saling ketergantungan positif yang dapat dicapai melalui saling ketergantungan menyelesaikan tugas, saling ketergantungan bahan atau sumber, saling ketergantungan peran.

Menurut Suprijono (2009:54) pembelajaran kooperatif atau cooperative learning adalah jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk kegiatan yang dibimbing dan diarahkan oleh guru. Prinsip model pembelajaran kooperatif menurut Aniata Lie (2000:32), yaitu saling ketergantungan positif; tanggung jawab perseorangan; tatap muka; komunikasi antar-anggota; dan evaluasi proses kelompok.
Manfaat dari cooperative learning antara lain meningkatkan keaktifan belajar siswa dan prestasi akademiknya, membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara lisan, mengembangkan keterampilan sosial siswa, meningkatkan rasa percaya diri siswa.

Baca juga:   Asyiknya Belajar PAI dengan Media ICT

Hasil belajar menurut Dimyati dan Mudjiono (2013:3) merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar.

Menurut Isjoni (2011:76), metode pembelajaran cooperative learning merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa sebagai anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam cooperative learning, belajar dikatakan belum selesai, jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.(pai1/lis)

Guru SMPN 2 Balapulang, KabupatenTegal

Populer

Lainnya