Whatsapp Group Media Familier dalam Pembelajaran IPS

Oleh : Dinok Sudiami M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 belum juga sirna. Pembelajaran tatap muka merupakan khayalan indah bagi guru dan peserta didik. Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran secara langsung dengan adanya aturan social distancing mengingat permasalahan waktu, lokasi, jarak dan biaya yang menjadi kendala besar saat ini.

Untung saja di era digital saat ini, sudah banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk melaksanakan PJJ. Salah satunya adalah menggunakan aplikasi whatsapp group (WAG). WA digunakan oleh guru dikarenakan hemat kuota dan familiar di kalangan peserta didik dan juga rata-rata semua nomor yang dimiliki sudah terkoneksi dengan aplikasi ini. Whatsapp dalam penggunaannya sebagai media chat digital yang mencakup, pesan teks, gambar, video, dan dapat untuk menelpon menjadi satu kesatuan yang lengkap (Kusuma dan Hamidah, 2020:99).

Dalam melaksanakan pembelajaran daring, guru IPS SMP Negeri 1 Batang juga memanfaatkan aplikasi whatshapp group dalam proses pembelajaran. Guru melakukan kegiatan pendahuluan dengan menyapa kondisi peserta didik, kesiapan belajar dan memulai berdoa. Peserta didik akan mengangkat tangan sebagai tanda sudah siap belajar. Sebelum kegiatan inti guru melakukan ice breaking melalui voice note agar peserta didik lebih semangat. Selanjutnya, guru meminta peserta didik untuk melakukan literasi dengan membaca materi tentang pemahaman lokasi melalui peta selama sepuluh menit. Ketika peserta didik berliterasi, guru meminta mereka untuk mengisi daftar hadir yang dibuat dengan google form yang di-share lewat WAG.

Baca juga:   Pinjaman Online vs Koperasi

Setelah kegiatan literasi, guru memberikan masalah yang harus dipecahkan oleh peserta didik. Peserta bisa chat atau voice note dalam WAG untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Disinilah dibutuhkan peran guru agar peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan diberikan reward atau reinfocement membuat peserta didik tertantang untuk mencoba berinteraksi melalui whatshapp group ini.

Kesimpulan dan refleksi diberikan pada akhir kegiatan pembelajaran. Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang dipelajari pada hari itu. Dan tidak lupa meminta peserta didik untuk mempersiapkan diri dengan membaca materi pada pertemuan berikutnya. Sedangkan untuk kegiatan mandiri peserta didik diberikan tugas yang sesuai dengan kecakapan hidup mereka yakni membuat denah rumah masing-masing.

WAG menjadi media yang efektif sebagai wadah diskusi untuk memecahkan berbagai masalah, pertanyaan dan sesuatu yang penting yang harus disampaikan antara guru dan peserta didik yang tergabung di dalamnya. Diskusi melalui WAG ini sangat membantu penggunanya untuk berkomunikasi dalam PJJ. Akan tetapi dalam pelaksanaannya aplikasi ini banyak terdapat kelemahan karena minimnya interaksi peserta didik dengan guru dan banyak peserta didik yang tidak memantau atau cenderung pasif dalam proses belajar mengajar. Seyogyanya guru harus kreatif dan mampu menggabungkan WAG ini dengan media lain seperti zoom meeting, sehingga pemantauan terhadap peserta didik menjadi lebih baik. Melalui media yang bervariasi guru tetap memberikan pelajaran secara menarik dan menyenangkan dan kesan guru sering memberikan tugas ketika pembelajaran jarak jauh harus dihilangkan. (bw1/ida)

Baca juga:   Youtube sebagai Media Pembelajaran Jarak jauh (PJJ)

Guru IPS SMP Negeri 1 Batang

Populer

Lainnya