Pembelajaran PPKn Berbasis Kearifan Lokal

Oleh : Sri Herningsih

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DI masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah memutuskan untuk menghindari berkerumun demi terputusnya penyebaran Covid-19, dengan mengajar dari rumah dan belajar dari rumah. Kondisi ini memunculkan banyak kendala. Karena itu, banyak hal yang harus dipersiapkan agar kendala-kendala tersebut sedapat mungkin diminimalisasi.

Di masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti sekarang ini, hampir semua pembelajaran rata-rata tidak efektif peserta didik bosan dan jenuh sehingga pembelajaran tidak maksimal dan tujuan pembelajaran kurang tercapai. Hal ini terjadi, apalagi pada mata pelajaran (mapel) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang dianggap peserta didik membosankan. Ini merupakan tantangan bagi guru PPKn.

Untuk mengatasi hal itu, guru harus kreatif inovatif untuk menyajikan model pembelajaran yang dapat mengubah dari pembelajaran PPKn yang membosankan menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikan. Sebagaimana yang dilakukan dalam pembelajaran PPKn di SMPN 7 Pemalang khususnya pada pembelajaran kelas VIII pada materi Memahami Kedudukan dan Fungsi Pancasila.

Menurut Slavin, 2011:177, pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan diri dalam seseorang yang disebabkan oleh pengalaman. Oleh karena itu, pengalaman belajar sangat berpengaruh dalam tercapainya tujuan pembelajaran. Pembelajaran PPKn yang disampaikan kepada peserta didik di masa PJJ pada materi tersebut adalah pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman belajar dari peserta didik. Model pembelajarannya berbasis pada kearifan lokal yang meliputi keanekaragaman lingkungan dan budaya lokal dimana peserta didik tinggal.

Baca juga:   Kebiasaan Sehari-hari di Rumah dapat Pahami Arti Kewajiban

Menurut Anang Sarbini, 2016, etnopedagogi dapat berperan dalam pendidikan berbasis nilai budaya bagi pembelajaran dalam konteks teaching as cultural activity dan the culture of teaching. Jadi mengangkat kembali nilai–nilai kearifan lokal sebagai sumber inovasi dalam bidang pendidikan berbasis budaya masyarakat lokal. Nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi budaya dan karakteristik daerah dimana peserta didik tinggal menjadi media yang menyenangkan bagi peserta didik di masa pembelajaran daring. Contoh pada materi memahami kedudukan dan fungsi Pancasila sebagaimana yang diajarkan pada kelas VIII. Pada materi ini, peserta didik dipandu untuk menggali budaya pemilihan pengurus desa mulai dari kepala desa sampai perangkatnya. Budaya masyarakat di Pemalang masih sangat kuat mengikuti alur demokrasi yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila. Bahkan, rasa gotong royong antarsesama anggota masyarakat masih sangat kental. Dalam hal ini, peserta didik diajak menggali karakteristik dan budaya apa saja yang ada di sekitar tempat tinggal yang mencerminkan kedudukan dan fungsi Pancasila dalam kehidupan sehari-sehari. Peserta didik dipandu untuk mencari informasi. Hal ini menjadi pengalaman yang sangat menarik bagi peserta didik sehingga tanpa disadari proses pembelajaran mata pelajaran PPKn menjadi sangat menyenangkan.

Baca juga:   Pembelajaran IPS di Era Pandemi dengan Video Pembelajaran

Dengan adanya proses pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal yang dilaksanakan di dalam pembelajaran kelas VIII di SMPN 7 Pemalang, peserta didik ternyata semakin aktif dalam mengikuti materi, meskipun dilaksanakan secara daring. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya peserta didik yang aktif mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan materi yang harus diselesaikan oleh peserta didik. (btj2.1/ida)

Guru PPKn SMPN 7 Pemalang

Populer

Lainnya