Mencermati Kesulitan Siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Oleh : Sokhaeron, S.Pd.M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu tujuan pendidikan adalah menghasilkan para lulusan yang berkualitas. Tinggi rendahnya kualitas pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor kesulitan belajar siswa dan peran guru dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran berhasil dengan baik apabila seluruh komponen yang terlibat dalam proses tersebut dapat dijadikan salah satu sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menilai proses maupun hasil belajar secara nyata.

Siswa merupakan subjek utama yang terlibat dalam proses belajar, ada siswa yang cepat dalam belajar, ada yang lambat, ada yang kreatif dan ada pula yang tergolong gagal . Namun demikian kegiatan belajar di sekolah mempunyai tujuan yaitu membantu memperoleh perubahan tingkah laku bagi setiap siswa dalam rangka memperoleh tingkat perkembangan yang optimal dan dapat menyesuaikan diri dalam lingkungannya. Dalam proses belajar-mengajar di sekolah, sudah menjadi harapan setiap guru agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya.

Banyak guru yang pada saat ini hanya bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang pengajar tetapi tidak bisa menjadi seorang pendidik bagi siswa-siswanya. Oleh karenanya, banyak siswa yang menunjukan tidak dapat mencapai hasil belajar sebagaimana yang diharapkan meskipun telah diusahakan dengan sebaik-baiknya oleh guru. Seorang guru mempunyai kewajiban membentuk siswa mencapai kewaspadaan masing-masing, hal ini merupakan salah satu ciri keberhasilan tujuan pendidik yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Baca juga:   Meningkatkan Jiwa Nasionalisme dengan Metode Belajar Role Playing

Keadaan di SMP Negeri 3 Comal menunjukkan adanya indikasi dan gejala kesulitan belajar yang dialami siswa di sekolah. Kesulitan belajar merupakan suatu gejala yang nampak dalam berbagai jenis kenyataan. Pemahaman ini merupakan dasar dalam usaha kepala sekolah untuk memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar.

Beberapa ciri tingkah laku yang merupakan pernyataan gejala kesulitan belajar antara lain: (1) Menunjukan hasil belajar yang rendah. (2) Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. (3) Lambat dalam menerima tugas-tugas kegiatan belajar. (4) Menunjukan sikap-sikap yang kurang wajar. (5) Menunjukan tingkah laku yang berkelainan. (6) Menunjukan gejala emosional yang kurang wajar

Kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa di sekolah, senantiasa berakar dari suatu latar belakang tertentu sebagai penyebabnya. Dalam usaha membantu siswa sudah tentu latar belakang kesulitan belajar hendaknya dipahami terlebih dahulu. Partisipasi guru dalam pelayanan peserta didik sudah merupakan kewajiban dan tanggung jawab guru secara formal. Pelayanan peserta didik perlu penanganan secara serius, karena siswa adalah warga sekolah yang menjadi tujuan akhir sebagai output atau lulusan yang perlu dipertahankan kualitas lulusannya. Masalah yang dihadapi di berbagai sekolah adalah ketidakseimbangan antara keinginan siswa dan program sekolah.

Baca juga:   Pembelajaran Kewajiban dan Hakku dengan Metode CDT

Guru selaku pendidik harus dapat mengetahui karakteristik siswa sebelum guru melakukan kegiatan belajar-mengajar. Hal ini penting dilakukan karena pada diri siswa terdapat banyak keunikan yang berbeda-beda antara satu siswa dengan siswa yang lain. Selain itu, guru sebagai seorang pendidik diharapkan bisa membuat situasi belajar-mengajar menjadi nyaman, sehingga siswa tidak akan mengalami kesulitan ketika mereka menerima pelajaran.

Guru pada saat ini diharapkan bukan hanya sebagai seorang pengajar saja yang hanya memberikan materi pembelajaran di kelas, tetapi guru harus menjadi seorang pendidik. Guru harus memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesulitan siswa dalam belajar, marilah kita wujudkan pendidikan yang ideal bagi siswa dengan menjadi sosok guru yang mendidik bagi siswa-siswanya. (fbs1/aro)

Kepala SMP Negeri 3 Comal, Pemalang

Populer

Lainnya