Termokimia Efektif Dipahami dengan Schoology Berbantuan Video

Oleh : Karnawan SPd MM

spot_img

RADARSEMRANG.ID, PEMBELAJARAN di masa pandemi Covid-19 di SMA Negeri 6 Semarang, dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dalam hal ini, memakai LMS schoology, terkadang google meet, zoom dan whatsapp. Pelajaran kimia dinilai sulit bagi sebagian peserta didik, dengan format yang lebih natural dan mudah dipahami. Artinya perlu media pembelajaran kimia yang bisa nyambung dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Memasuki materi termokimia, penulis selaku pengampu mata pelajaran Kimia, kelas XI IPA di SMA Negeri 6 Semarang, menggunakan strategi pembelajaran dengan schoology. Termokimia adalah kalor atau panas yang dilepaskan atau diserap dalam suatu reaksi kimia.

Termokimia merupakan bagian dari termodinamika yang mempelajari perubahan-perubahan panas yang mengikuti reaksi-reaksi kimia. Reaksi dalam termokimia terbagi menjadi reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan kalor dari sistem ke lingkungan. Sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor dari lingkungan ke sistem (Petrucci, 1992).

Reaksi kimia berlangsung disertai perubahan energi berupa penyerapan atau pelepasan kalor (panas). Reaksi kimia yang melibatkan penyerapan kalor disebut reaksi endoterm, sedangkan reaksi kimia yang melibatkan pelepasan kalor disebut reaksi eksoterm (Anonim, 2012).

Baca juga:   “Dejaminmicek” Cara Mudah Belajar Cacat Mata

Kompetensi Dasar (KD) 3.4-5, membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan hasi percobaan dan menentukan ∆H reaksi. Berdasarkan KD di atas melalui schoology diupload video pembelajaran kalorimetri, yaitu tentang praktikum yang menggambarkan reaksi kimia dapat berlangsung secara eksoterm atau endoterm dengan menggunakan alat yang dinamakan kalorimeter. Kalor yang dilepaskan atau yang diserap bisa dihitung dengan mudah, melalui perubahan entalpinya. Siswa bisa mengamati apakah suhu akhir reaksi dibandingkan suhu sebelum reaksi bertambah atau berkurang.

Dengan mereaksikan larutan asam khlorida dan larutan natrium hidroksida dengan molaritas tertentu di dalam kalorimeter akan terlihat perubahan suhu dalam sistem. Jika suhunya naik, maka dari sistem melepaskan kalor, sehingga kehilangan sejumlah kalor. Ini berarti perubahan entalpi dalam sistem berkurang atau negatif (∆H= -).

Peserta didik dapat menentukan jenis reaksinya di kala suhu akhir reaksi bertambah yakni reaksi eksoterm. Jika suhu berkurang pada akhir reaksinya, berarti jenis reaksinya endoterm. Selanjutnya siswa dapat memahami perubahan entalpi reaksinya. Entalpi adalah banyaknya kandungan kalor suatu zat atau sistem. Perubahan entalpi reaksi adalah sama dengan negatif kalor reaksinya yang dirumuskan massa zat dikalikan kalor jenis, dikalikan dengan perubahan suhunya.

Baca juga:   Meningkatkan Kreativitas Belajar TIK dengan Canva

Dengan melihat data-data pada kalorimetri, peserta didik lebih efektif bisa memahami intisari dari beksperimen kalorimetri pada termokimia. Sehingga memahami apakah reaksi itu berlangsung secara eksoterm ataukah berlangsung secara endoterm.

Setelah pahami kalorimetri, reaksi eksoterm dan endoterm, melalui schoology di-upload video pembelajaran perubahan entalpi reaksi yang ada empat jenis Perubahan Entalpi (∆H) yaitu Pembentukan Standar, Penguraian Standar, Pembakaran Standar, dan Pelarutan Standar.

Cara yang sama di atas juga untuk materi Penentuan Entalpi Reaksi ada empat yaitu berdasarkan, Eksperimen, Hukum Hess, Data Perubahan Entalpi Pembentukan Standar, dan Data Energi Ikatan.

Dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi melalui google meet atau whatsapp, sehingga dapat mengetahui daya tangkap dan kemampuan siswa dalam memahami materi tersebut di atas, sehingga mampu mengetahui bagian materi yang perlu di-review lagi sampai siswa terpahamkan. (fbs2/ida)

Guru Kimia SMAN 6 Semarang

Populer

Lainnya