Lingkungan Alam Sekitar sebagai Guru Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh: Ery Meriany S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) adalah salah sat alternatif yang diterapkan sebagai solusi mengetahui kondisi sehubungan dengan pandemik covid 19.
Tak ayal medsos berbasis ONLINE menjadi marak digunakan oleh siswa, mahasiswa, guru dan juga para dosen. Berbaga materi pelajaran diajarkan via online dandisuguhkan dengan beragam metode semenarik mungkin agar tidak membuat para siswa menjadi bosan dan jenuh menerima pembelaaran daring.

Begitupun dengan siswa kelas X Ips dari SMAN 2 Demak seringkali menemukan kebingunganatau ketidak pahaman dalam memahami pembelajaran geografi secara daring. Lontaran pertanyaan dalam mnanggapi materi yg disampaikan oleh guru via web online masih menyiratkan ketidakpahaman mereka akan materi.Bahkan dalam hal menjawab soal ulangan, ketidak mengertian para sisa tadi tampak semakin jelas. Terbukti dari hasil ulangan harian mereka yang berada di bawah batas minimal ketuntasan.

Menyikapi hal ini, sebagai guru geografi tentulah merasa prihatin. Alih-alih mencapai ketuntasan minimal, kegiatan pembelajaran yang tidak diminati akan para peserta ddik akan sulit untuk mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri.

Lingkungan hidup disekitar tempat tinggal para siswa tadi difungsikan sebagai “ Laboratorium Alam “. Alam dapat dijadikan guru bagi kita, dan lewat lingkungan pula penilaiaan karakter siswa juga dapat dilakukan. menurut prof. Eva Banowah dalam webinar di unnes tanggal 20 agustus 2020, baru-baru ini. Tercapainya tujuan belajar mengajar dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran memerlukan usaha terciptanya interaktif edukatif yang baik antara guru dan siswa (Suryobroto, 1997). Agar tercapai interaksi edukatif yang baik, dharapkan para guru untuk aktif mencari solusi agar pembelajaraan jarak jauh ini dapat menarik minat para peserta didik. Pilihan metode dan media pembelajaran disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Maka dicarilah solusi yakni mengajak para siswa untuk memahami materi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar tempat tinggal para siswa tadi untuk belajar.

Baca juga:   Pembelajaran Baptisan dengan Model “CEPOKO”

Pemanyampaian materi tentang atmosfer, atau lithosfer misalnya begitu jelas dan gamblang dengan melihat fenomena yang disuguhkan oleh alam sekitar, Mempelajari proses hujan kita dapat membeberkan via daring dan kemudian dari tiap proses siswa kita suruh untuk melihat dari alam secara langsung, mulai dari terik sinar matahari berikut suhu udaranya, diikuti proses awan mendung dan kondensasi yang mengalami perubahan suhu sampai kemudian dilanjutkan dengan hujan, Hal – hal semacam ini yang tadinya dianggap seabagi sesuatu yang biasa menjadi sesuatu contoh riil yang sangat membantu mereka dalam memahami materi geografi. Proses pelapukan, pengikisan, ataupun mass wasting juga secara jelas dapat dipahami dengan memanfaatkan fenomena di lingkungan alam sekitar tempat tinggal para peserta didik.

Hampir semua materi tersaji dalam mata pelajaran geografi dapat dibantu pemahamannya lewat labortorium alam ini. Sehingga, selain menambah pemahaman para peserta didik dari pembelajaran daring, dapat dimunculkan juga ikap kecintaan terhaap alam, menambah rasa kagum & sykur akan kreatifitas tuhan sebagai pencipta alam semesta. Nah sikap inilah yang penulis maksudkan sebagai nilai – nilai karakter siswa dalam pembelajaran daring berbasis lingkungan alam sekitar.

Baca juga:   Asyiknya Mengenal Karakteristik ASEAN melalui Crossword Puzzle

Kita dapat menanyakan tanggapan dan kesan mereka terhadap esensi fenomena alam tad iuntuk kemudiajn kita masukkan sebagai salah satu indikator dalam penilaian karakter siswa.
Hasil belajar dapat meningkat signifikan dengan pemanfaatan alam sekitar sebagai media pembelajaran secara langsung dan gratis. (ips2/zal)

Guru SMAN 2 Demak

Populer

Lainnya