Tingkatkan Semangat Belajar Mandiri Peserta Didik di Masa Pandemi dengan Metode Barmatteli

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Memasuki tahun pelajaran 2020/2021 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan kebijakan pembelajaran tatap muka hanya dapat dilakukan di daerah zona hijau, dengan protokol kesehatan yang ketat dan tatanan kenormalan baru.

Berdasarkan kebijakan tersebut SMP Negeri 1 Patean menetapkan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh kombinasi daring dan luring. Sistem pembelajaran ini dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan. Antara lain kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan tanpa terikat ruang dan waktu, memungkinkan peserta didik mendapatkan informasi lebih banyak dan lebih luas melalui internet (SM, Rabu 26 Agustus 2020, hal 19).

Dalam penerapannya, pembelajaran daring dan luring memang saling melengkapi. Pembelajaran luring (offline) dilaksanakan untuk melengkapi pembelajaran daring (online) terutama dalam pelaksananakan kegiatan penilaian.

Peserta didik belajar secara mandiri, di bawah bimbingan guru melalui online class. Namun, imbasnya muncul beberapa masalah di antaranya keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sulit dipantau dan turunnya semangat belajar. Penjelasan dari guru tidak dapat sepenuhnya dipahami oleh peserta didik. Peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari materi–materi tertentu.
Untuk mengatasi hal tersebut, kita dapat menerapkan model pembelajaran Barmatelli. Barmatteli kepanjangangan dari sabar, cermat dan teliti. Ketiganya merupakan unsur dasar masuknya ilmu pengetahuan bagi seorang peserta didik, sebagaimana pepatah Jawa menyebutkan “ilmu iku bisane kanti laku”.

Baca juga:   Belajar Sejarah Perlawanan Pangeran Diponegoro Lebih Bermakna dengan Sosiodrama

Model pembelajaran ini merupakan pengembangan dari model pembelajaran word square (kotak kata), berasal dari motode ceramah yang diperkaya dan berorientasi pada keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, dengan memadukan kemampuan menjawab pertanyaan, kejelian serta kecermatan untuk mencari dan menemukan serta mencocokkan jawaban yang tersedia dalam kotak-kotak jawaban (Kurniasih, 2016:97).

Pembelajaran ini mirip dengan mengisi teka-teki silang, namun terdapat perbedaan mendasar, dalam model pembelajaran ini sudah memiliki jawaban yang disamarkan dalam huruf-huruf yang ditulis sembarang atau secara acak berfungsi sebagai pengecoh. Tujuannya, bukan untuk mempersulit siswa tetapi melatih sikap sabar, cermat, teliti dan cara perpikir kritis.

Pada prinsipnya pelaksanaan model pembelajaran barmatelli ini dapat digunakan untuk menjembatani proses pembelajaran daring dengan menjadikan lembar kegiatan atau lembar kerja sebagai pendorong peserta didik untuk belajar. Lembar kerja tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan dan juga disediakan jawaban berupa kata-kata yang tertuang dalam susunan huruf pada kotak-kotak jawaban.

Secara teknis, model pembelajaran ini dilaksanakan dengan langkah – langkah sebagai berikut : pertama guru menyampaikan dan menjelaskan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran melalui video pembelajaran. Kedua, guru membagikan tautan lembar kerja barmatelli dari google doc yang harus diisi peserta didik sesuai dengan arahan yang diberikan. Ketiga, peserta didik bekerja dengan teliti untuk menjawab soal dengan cara mengarsir atau memberi warna huruf – huruf dalam kotak secara vertikal, horizonal, atau diagonal. Keempat, peserta didik mendokumentasikan hasil kerja mereka sebagai portofolio dan diserahkan pada guru saat kegiatan pembelajaran luring, bila waktu sudah memungkinkan. Kelima, peserta didik dapat meminta penjelasan guru melalui WhatsApp grup jika ada bagian yang belum dipahami.

Baca juga:   Plastik Bekas Hijaukan Sekolah

Penerapan pembelajaran dengan model pembelajaran barmatteli pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Patean dapat mengatasi kendala pelaksanaan pembelajaran daring terutama dalam menumbuhkan semangat kemandirian.

Dengan disediakannya kotak–kotak kata berisi jawaban soal, mereka tertantang menemukan jawaban tersebut dari kata–kata yang masih tersembunyi. Hal ini sangat mendorong mereka untuk mengerjakan soal–soal yang diberikan. Kesabaran, kecermatan, dan ketelitian sangat diperlukan, yang akhirnya menentukan keberhasilan peserta didik dalam menemukan jawaban dari soal yang diberikan. (dj2/lis)

Guru IPS SMPN 1 Patean, Kendal

Populer

Lainnya