Optimalisasi GSM dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GERAKAN Sekolah Menyenangkan (GSM) merupakan perpaduan dari beberapa konsep yaitu sehat, aman, dan ramah anak. Jika dilihat sekilas, sekolah-sekolah di Indonesia belum semuanya memenuhi ketiga konsep tersebut. Salah satu di antaranya di SMK Negeri 1 Jambu, Kabupaten Semarang yang kini sedang merintis GSM. Harapannya, sekolah tersebut dapat menjadikan peserta didik tidak hanya senang saat jam istirahat saja, tetapi juga saat jam pembelajaran.

Ada beberapa kendala atau permasalahan yang ditemui pada saat pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Jambu Kabupaten Semarang. Yaitu belum ada majalah sekolah, pembelajaran yang belum optimal, rendahnya sosialisasi untuk melakukan literasi di perpustakaan, dan majalah dinding yang tidak dimanfaatkan sebagai mana mestinya. Lebih khusus dalam masalah pembelajaran, utamanya dalam pembelajaran menulis puisi.

Guru biasanya melakukan pembelajaran dengan cara yang konvensional. Hal tersebut tidak banyak membantu peserta didik menggali ide-ide yang akan dituangkan ke dalam puisi sehingga mampu menghasilkan puisi yang baik. Selain itu, pembelajaran yang tidak inovatif, kreatif, dan tanpa kolaborasi ini tidak mendukung adanya GSM. Optimalisasi GSM di lingkungan SMK Negeri 1 Jambu, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi perlu ditingkatkan. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan adaptif.
Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran konvensional yang biasa dilakukan guru. Dalam melaksanakan pembelajaran menulis puisi, banyak guru mengunakan metode ceramah. Hal ini sangat bertentangan dengan nilai GSM. Pembelajaran yang menyenangkan mengharuskan guru mampu melaksanakan pembelajaran yang lebih menyenangkan. Guru dapat melakukan pembelajaran menulis puisi dengan media gambar, atau melakukan pembelajaran menulis puisi di alam sekitar.

Baca juga:   Google Classroom Solusi dalam Pembelajaran Daring Trigonometri

Dalam menyampaikan pembelajaran menulis puisi, guru juga harus kreatif. Guru harus dapat memilih media pembelajaran yang tepat. Hal ini merupakan kegiatan yang simpel tetapi akan menjadikan peserta didik merasa senang saat pembelajaran. Memutarkan video tips menulis puisi, menampilkan video tentang pembacaan puisi dari para sastrawan terkenal, atau mengajak siswa ke alam untuk mencari inspirasi merupakan hal yang dapat dilakukan guru dalam mengajarkan menulis puisi.

Selain itu, guru juga bisa melakukan pembelajaran adaptif yaitu dengan teknik amati, tiru, dan modifikasi (ATM). Guru dapat menampilkan atau memberikan contoh puisi dari berbagai sumber kemudian dari contoh tersebut siswa dapat mengamati, kemudian memodifikasi puisi yang ada dengan bahasa sendiri. Kegiatan ini akan memudahkan siswa dalam menuangkan ide dan gagasannya dalan sebuah puisi.
Langkah terakhir yang dapat dilakukan dalam pembelajaran menulis puisi yang menyenangkan adalah mempublikasikan hasil karya siswa. Siswa akan lebih senang, jika hasil karya siswa dibukukan menjadi sebuah kumpulan puisi yang bisa dibaca oleh semua orang. Kumpulan puisi tersebut dapat disumbangkan sebagai bahan bacaan di perpustakaan ataupun dipamerkan bersamaan dengan kegiatan lain sebagai kegiatan rutin sekolah.

Baca juga:   Pembelajaran Indahnya Negeriku Mudah dengan Pendekatan Inquiry

Dengan mengoptimalkan nilai-nilai GSM dalam pembelajaran menulis puisi yaitu pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan adaptif, maka siswa akan lebih senang mengikuti pembelajaran. Bahkan, tujuan utama yaitu peningkatan keterampilan menulis puisi siswa dapat tercapai. (fbs1/ida)

Guru SMKN 1 Jambu, Kabupaten Semarang

Populer

Lainnya