Senangnya Belajar Kisah Nabi Zulkifli AS melalui Metode Bercerita

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BANYAK kalangan menilai bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih tergolong memprihatinkan. Hal ini sudah barang tentu menjadi tantangan bagi setiap elemen yang terlibat dalam pendidikan bagaimana meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Sebagaimana diyakini bahwa mutu pendidikan sangat berbanding lurus dengan mutu para pendidiknya. Seorang pendidik dikatakan memiliki keprofesionalan jika mereka setidaknya memiliki 4 kompetensi, yakni kompetensi pedagogic, kepribadian, professional, sosial.

Selain aspek profesionalitas guru, hal penting lainnya yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah pembaruan dalam efektifitas metode pembelajaran. Tujuannya untuk mencari strategi dan metode pembelajaran yang efektif oleh guru di dalam kelas. Sehingga permasalahan yang dihadapi peserta didik di dalam kelas mengerucut kecil, seperti yang dialami oleh peserta didik kelas IV SDN 03 Rogoselo Kec. Doro pada KD Menceritakan kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s, semangat siswa untuk mengikuti pelajaranpun menurun. Terkadang guru dalam setiap menyampaikan mata pelajaran menggunakan metode yang sama hal ini menyebabkan siswa merasa cepat bosan.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Bercerita dengan String Game

Agar peserta didik terangsang perkembangan kreativitasnya, daya serap peserta didik kuat atau mudah memahami materi maka penulis menerapkan metode bercerita disesuaikan dengan materi bisa membangkitkan peserta didik untuk mengikuti pelajaran. Menurut Moeslichatoen, metode bercerita adalah salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Jadi bercerita adalah bentuk metode pembelajaran yang memberikan pengalaman kepada anak secara lisan, didalam sebuah cerita pastilah terdapat pesan yang ingin disampaikan kepada anak. Agar pesan yang ingin disampaiakn itu bisa sampai kepada anak maka perlu suatu metode yang menarik begi anak, tidak membuat mereka bosan dan tertekan, sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.

Agar metode bercerita tepat pada sasaran dalam pembelajaran, maka perlu rancangan kegiatan yang matang. Antara lain : Satu, Menetapkan tujuan dan tema yang akan dipilih. Kedua, Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih, misalnya menggunakan ilustrasi gambar, ber cerita dengan menggunakan papan flanel . Ketiga, Menetapkan rancangan bahan dan alat yang diperlukan untuk kegiatan bercerita. Keempat, Sebelum mulai bercerita mengatur tempat duduk anak terlebih dahulu. Kelima, Pembukaan kegiatan bercerita sesuai dengan tujuan dan tema yang sudah ditetapkan. Keenam, Pengembangan cerita yang ditutukan guru sesuai tujuan dan tema yang sudah ditetapkan. Ketujuh, Menetapkan teknik bertutur yang dapat menggetarkan perasaan anak merupakan bagian yang terkandung dalam tujuan dan tema yang sudah ditetapkan. Kedelapan, Mengajukan pertanyaan pada akhir kegiatan bercerita.

Baca juga:   Penerapan Game Educandy sebagai Selingan dalam Layanan Bimbingan Klasikal

Setelah metode ini diterapkan di SDN 03 Rogoselo Kec. Doro peserta didik akan lebih konsentrasi dalam mengikuti pelajaran, anak terlatih menjadi pendengar yang baik, dan anak lebih betah berlama-lama dalam menerima pelajaran. Sehingga tercapailah hasil belajar di atas KKM mata pelajaran. (bp1/zal)

Guru PABP SDN 03 Rogoselo, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya