Pembelajaran Puisi dengan Teknik MDM

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sangat sulit diterima. Dianggap sulit dan susah dipahami. Namun sebenarnya tidak demikian. Dianggap sulit karena kurangnya kosakata dan merasa ragu ketika berbicara maupun menulis dalam bahasa Inggris.

Dari permasalahan tersebut, dapat disimpulkan bahwa praktik adalah salah satu hal penting dalam mempelajari bahasa inggris. Baik itu praktik berbicara (speaking) maupun praktik menulis (writing). Contohnya, pada pembelajaran bahasa Inggris wajib kelas XI terdapat materi poem (puisi). Dalam hal ini banyak yang merasa kesulitan dalam pembelajaran materi poem.

Bahasa puisi memang bisa saja berbeda dengan bahasa yang digunakan setiap hari, tapi juga tidak terlalu rumit. Puisi, apalagi dalam bentuk bahasa Inggris tidak perlu menjadi hal yang perlu dihindari karena dianggap rumit. Karena dalam mempelajari puisi bahasa Inggris akan mendapat banyak keuntungan seperti menambah kosakata, melatih keterampilan berbicara (speaking) dan menulis (writing), menambah wawasan dan kreatifitas.

Pembelajaran materi poem banyak sekali tantangan ataupun kendala yang dihadapi peserta didik. Sepert sulitnya menemukan ide, tak mampu menemukan kata-kata pertama atau awalan dalam penulisan. Kemudian, minimnya vocabulary atau kosakata. Kurangnya keterbukaan atau suka menyembunyikan perasaan.

Dengan adanya berbagai macam tantangan, tentu saja membutuhkan teknik mengajar yang tidak biasa. Salah satu teknik untuk pembelajaran poem yaitu menggunakan teknik MDM (Mudah Dan Menyenangkan).
Teknik MDM adalah teknik mudah dan menyenangkan. Tujuannya adalah agar peserta didik tidak merasa takut dengan kegiatan menulis puisi. Teknik MDM ini sudah diterapkan di SMAN 1 Kesesi kelas XI IPS dan bisa meningkatkan antusias siswa dalam menulis puisi.

Baca juga:   Tingkatkan Pembelajaran Matematika dengan Metode Picture and Picture

Dalam memulai kegiatan menulis puisi dengan teknik MDM melalui 3 tahapan. Tiga tahapan tersebut adalah sebagai berikut : pertama tahap pendahuluan, tahap pendahuluan harus benar benar dimanfaatkan oleh guru untuk memberikan motivasi pada peserta didik bahwa menulis puisi tidak sulit dan merupakan hal yang menyenangkan. Dan guru mengutarakan beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh peserta didik seperti permasalahan atau memori kenangan atau pengalaman sakit hati, jatuh cinta, rasa marah ataupun hal-hal yang dihadapi peserta didk. Dari permasalahan yang dihadapi peserta didik, guru meminta untuk menuangkan menjadi sebuah tulisan curahan hati. Kedua tahapan inti. Tahapan inti di sini adalah memanfaatkan tulisan curahan hati dengan cara peserta didik membaca berulangkali isi curahan hatinya dengan seksama dan renungkan isi curahan hati tersebut. Buang kata-kata yang tidak penting dan ganti dengan kata-kata yang lebih menarik. Ubahlah kalimatkalimat itu menjadi sebuah baris demi baris, baca kembali baris demi baris tersebut, terakhir suntinglah kembali baris- baris itu sehingga menjadi baris puisi yang menarik. Ketiga tahapan penutup. Tahapan penutup adalah tahapan dimana peserta didik harus memperhatikan irama, rima, ritme dan lirik.

Baca juga:   Google Meet Tingkatkan Hasil Belajar Volume Bangun Ruang

Penerapan teknik MDM dalam pembelajaran menulis poem atau puisi bisa dijadikan salah satu alternatif untuk membantu kesulitan peserta didik dalam menulis puisi. Teknik pembelajaran ini sangat cocok digunakan dalam menulis puisi yang berhubungan dengan permasalahan peserta didik karena sesuai dengan kehidupan nyata yang dihadapi para remaja seperti siswa SMA. Pembelajaran dengan teknik MDM ini lebih mudah dan peserta didik merasa lebih antusias dan senang karena peserta didik bisa mengungkapkan isi hati atau curahan hati dan permasalahan yang sedang dihadapi. Hal ini dibuktikan dari pernyataan peserta didik kelas XI IPS SMAN 1 Kesesi.

Berdasarkan pengalaman pembelajaran menulis puisi dengan teknik MDM ini, bisa memperlihatkan beberapa hal. Yaitu peserta didik mendapatkan pemahaman tentang pilihan kata yang mampu membangun rima, irama dan makna dari konteks nyata bukan pemahaman teori saja. Peserta didik mampu menulis puisi dalam batas waktu yang tersedia. Terakhir peserta didik mampu menimbulkan kesan bahwa menulis puisi tidak terlalu sulit. (ips2/lis)

Guru SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya