Menumbuhkan Minat Baca Siswa melalui Perpustakaan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Membaca merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang bersifat aktif reseptif. Dengan membaca, seseorang dapat memperluas wawasan dan pandangannya, dapat menambah dan membentuk sikap hidup yang baik, sebagai hiburan, serta menambah ilmu pengetahuan. Minat membaca berpengaruh besar terhadap kesuksesan siswa, sehingga perlu ditanamkan sejak dini. Perpustakaan sebagai lembaga yang mengelola sumber informasi dan sumber belajar semestinya menduduki posisi kunci dalam proses pendidikan dan pelatihan baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat pada umumnya. Demikian juga perpustakaan sekolah didirikan dengan tujuan, selain sebagai sumber informasi dan sumber belajar, perpustakaan sekolah juga diharapkan bisa digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat baca, kegemaran membaca, dan budaya baca bagi siswa.

Menumbuhkan kecintaan siswa terhadap buku dengan gemar membaca memang bukanlah hal yang mudah dilaksanakan. Namun demikian jelas bahwa kegemaran membaca bagi siswa akan banyak memberikan manfaat dalam kehidupannya, terutama bagi kesuksesan belajar atau pendidikannya. Sebab, kegemaran membaca merupakan modal utama siswa dalam proses belajar yang dilaluinya. Demikian juga melalui membaca siswa dapat mengembangkan imajinasi, mengenal karakter kepribadiannya.

Membangun minat baca pada siswa atau anak sebenarnya bisa dimiliki dari sejak anak usia dini. Karena lingkungan keluarga memegang peran penting dalam menumbuhkan minat baca siswa. Terutama kedua orang tua harus memberikan perhatian terhadap anak dengan cara memberikan kegiatan yang bisa menumbuhkan minat baca pada anak. Cara membimbing minat baca siswa menurut Supriyadi (1986:80-81 ) melalui bimbinga secara kelompok, bimbingan secara ndividual, bimbingan klasikal, bimbingan melalui papan bimbingan, dan pemberian tugas.Selain melakukan usaha tersebut, peran perpustakaan dalam menumbuhkan minat baca siswa adalah dengan cara membuat suasana, bahan bacaan, dan ruangan dalam perpustakaan yang nyaman serta memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang memadai.
Selain hal-hal di atas, upaya-upaya untuk menumbuhkan minat baca siswa SMP Negeri 1 Kajen di perpustakaan sekolah dapat pula dilakukan hal- hal berikut ini: pertama, koleksi bahan pustaka Bahan pustaka bukan hanya berupa buku-buku, tetapi juga berupa buku (nonbook) seperti majalah, surat kabar (koran), brosur, peta, globe, gambar, komik, novel, cerpen dan banyak lagi jenis buku perpustakaan. Hal ini penting karena dapat menjadi motivator bagi siswa atau anak untuk berkunjung ke perpustakaan.

Baca juga:   Emosi Sumber Inspirasi Puisi di WA Story

Dengan bahan pustaka yang bervariasi maka akan bisa menarik siswa untuk selalu mengunjungi perpustakaan sekolah dan siswa menjadi gemar membaca di perpustakaan. Karena bisa jadi siswa merasa bosan dengan membaca buku paket, maka mereka akan mencari bacaa-bacaan yang lain.

Kedua, peran guru atau pendidik. Guru memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan motivasi atau semangat pada siswa atau anak didik untuk membaca. Guru diharapkan bisa merancang sebuah proses kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk datang ke perpustakaan, karena perpustakaan merupakan sarana yang tepat untuk meningkatkan pengalaman membaca bagi siswa. Tentunya guru dalam merancang proses pembelajaran harus melihat Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang sesuai. Karena tidak semua materi pelajaran bisa dilakukan pembelajaran di perpustakaan sekolah.
Ketiga, memberikan reward. Pengelola perpustakaan atau pihak sekolah perlu memberikan reward kepada siswa yang rajin berkunjung dan membaca di perpustakaan sekolah. Sebagaimana yang dilakukan di sekolah penulis, dimana setiap semester perpustakaan sekolah memberikan reward berupa piagam penghargaan dan uang tabungan (beasiswa) bagi siswa. Diambil 2 kategori yaitu pengunjung/pembaca teraktif dan peminjam teraktif untuk masing-masing tingkatan, yaitu kelas VII, VIII, dan IX. Ternyata hal ini bisa memotivasi siswa untuk rajin berkunjung dan membaca di perpustakaan sekolah. (dj2/aro)

Baca juga:   Urgensi Layanan BK di Sekolah Inklusi

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya