Aplikasi WA dalam Melayani Pembelajaran PAI di Masa Pandemi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran PAI dan BP serta mata pelajaran lainnya menjadi terhenti sejenak terdampak Covid 19. Keterkejutan para pembelajar terkait dengan model pembelajaran di masa pandemi ini harus dikubur dalam-dalam sebagai bagian dari perubahan dan pengalaman sejarah. Tranformasi pembelajaran harus segera dimulai dan berlari meyesuaikan kondisi yang melanda lingkungan pendidikan di indonesia khususnya dan global pada umumnya. Guru menyesuaikan dengan perubahan itu serta dipaksa untuk dapat beradaptasi dengan situasi terbaru yaitu membiasakan pembelajaran dalam jaringan atau daring.

Tujuan pembelajaran dilaksanakan secara daring adalah memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 sesuai dengan intruksi tim gugus tugas yang menangani permasalahan tersebut. Protokol kesehatan pun mulai dijalankan di seluruh masyarakat termasuk instansi pendidikan dan sekolah dengan sosial distancing (menjaga jarak), selalu cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan selalu menggunakan masker bagi yang sakit maupun yang tidak. Ketika pembiasaan itu dilaksanakan dengan tetap pembelajaran tatap muka di sekolah, guru akan kesulitan mengontrol siswanya. Oleh karena itu, pembelajan jarak jauh dengan model daring sudah sekiranya cukup tepat. Di samping hiruk pikuk munculnya protokol kesehatan, penggunaan aplikasi sebagai media pembelajaran ikut menjadi permasalahan turunan dari pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan atau daring.

Baca juga:   Mengasah Skill Berpikir dengan Tugas Terstruktur

Azhar (2011) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas/ Lebih lanjut dijelaskan bahwa media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Beberapa menawarkan aplikasi menawarkan dengan kemudahan untuk malakukan video conference dengan konsekuensi akan berdampak terhadap penggunaan kuota internet yang sangat besar. Kemudian terdapat pula aplikasi yang mendekatkan khusus untuk pembelajaran, namun dengan sistem berbayar. Pada aplikasi lain menampilkan web untuk pembelajaran, akan tetapi minim terjadinya interaksi dengan siswa.

WhatsApp (WA) sebagai sebagai aplikasi media sosial yang telah lama berjalan, ternyata juga menyediakan aplikasi yang memudahkan untuk pembelajaran. Kelebihan penggunaan aplikkasi WA adalah murah, mudah dioperasikan, terjadi interaksi akttif antara guru dan siswa dan mudah mengontrol kegiatan pembelajaran siswa melalui jaringan. Oleh karena itu penggunaan aplikasi WA dalam pembelajaran PAI dan BP di SMP N 1 Petungkriyono kelas tujuh materi jujur, amanah dan istiqamah dapat berjalan dengan baik dan antusiasme siswa menjadi lebih tinggi. (bp1/ton)

Baca juga:   Belajar PAIBP melalui Pendekatan Konstruktivisme Tingkatkan Berpikir Kritis

Guru SMP Negeri 1 Petungkriyono Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya