Kompetensi Abad-21 untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tantangan berat sebagai garda terdepan kemajuan pendidikan anak bangsa adalah guru, dimana guru milenial dituntut mendidik sesuai kompetensi abad 21 bermuara karakter industri untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 dan realisasi konsep Soceity 5.0.

US-Partnership to 21st Century Skill (P21) mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan abad-21 yaitu “4Cs” (comunication, colaboration, critical thinking dan creativity) Assesment and Teaching of 21st Century skill (ATC21S) mengkategorikan menjadi empat : (1) way of thinking (kreativitas, inovasi, berpikir kritis, pemecahan masalah dan pembuatan keputusan). (2) way of working (ketrampilan berkomunikasi, kolaborasi dan kerjasama tim). (3) tool for working (keadaan sebagai warga negara global maupun lokal, pengembangan hidup dan karir serta tanggung jawab sebagai pribadi warga sosial). (4) skill for living in word (ketrampilan dasar literasi informasi dan komunikasi baru serat kemampuan untuk belajar dan bekerja melalui jaringan sosial digital). Dari beberapa pendapat ahli, kompetensi tersebut akan disesuaikan dengan visi dan misi pembelajaran abad-21. Delor Report (1996) dari International Commision on Education mengajukan empat misi pembelajaran (pengetahuan, pemahaman, kompetensi hidup dan kompetensi bertindak).

Baca juga:   Optimalkan Belajar Membaca Pemahaman Teks Narasi dengan SQ3R

Era revolusi industri 4.0 adalah teknologi digital yang digunakan memungkinkan terjadinya interkoneksi antara mesin fisik dengan sistem produksi (unsur pengembangan industri konvensional menuju digital). Perubahan di era ini dalam perkembanganya Internet of Things (IoT) konsep di mana suatu alat fisik (mesin) yang terkoneksi dengan jaringan internet. Big data merupakan volume informasi besar (baik terstruktur maupun tidak). Argumented reality (AR) merupakan kolaborasi benda maya dua dimensi/dimensi ke dalam sebuah lingkup nyata. Cyber security merupakan aktifitas meningkatnya keamanan untuk mencegah cyberattack (mengubah, merusak, mencuri ketersediaan informasi, integritas dan kerahasiaan). Africal intelegence (AI) merupakan teknologi komputer yang memungkinkan mesin memiliki kecerdasan mirip manusia (mulai dari pelaksanaan tugas, pengambilan keputusan, menganalisis data berkesimabungan). Addictive manufacturing (AM) merupakan teknologi pencetakan 3D. Integrated system merupakan serangkaian proses (menghubungkan komputer, software dan fungsional menyatu dalam sub). Cloud computing (komputasi awan) merupakan penggunaan internet sebagai pusat pengelolaan, penyimpanan dan aplikasi (disadur dari beberapa sumber).

Era revolusi industri 4.0 memberikan pengaruh besar terhadap berbagai bidang, namun tidak untuk tiga bidang profesi berikut. Yaitu profesi bidang pendidikan (guru), kesehatan (dokter, perawat) dan kesenian (seniman). Peran guru sangat utuh sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan “orang tua” di sekolah yang tidak tergantikan dengan kecanggihan teknologi. Profesi guru tidak terpengaruh secara signifikan dengan adanya era revolusi industri 4.0 namun guru tidak boleh terlena dengan kondisi yang ada, guru harus mengupgrade diri agar mampu menghasilkan lebih berkualitas. Guru selain mempunyai kognitif dan psikomotor, harus mengedepankan karakter pada peserta didik. Karakter yang dimaksud adalah bersifat akhlak (jujur, amanah dan sopan santun) dan karakter kinerja (kerja keras, tanggung jawab, disiplin dan gigih). (fbs1/ton)

Baca juga:   Asiknya Belajar Daring Materi Virus dengan Qa Method

Guru SMKN 1 Windusari Kab. Magelang, Jawa Tengah

Populer

Lainnya