Asyik Mengikuti Layanan Informasi Menggunakan Media Film

spot_img

RADARSEMARANG.ID, LAYANAN Bimbingan dan Konseling (BK) pada satuan pendidikan dilakukan oleh konselor atau guru BK. Adapun kegiatan layanan dilakukan di dalam kelas dan di luar kelas. Layanan informasi merupakan salah satu layanan dalam BK diadakan di dalam kelas dan dilaksanakan secara klasikal.

Permasalahan yang terjadi saat awal memberikan layanan informasi di SMA Negeri 1 Cepu tempat penulis mengajar adalah banyaknya peserta didik yang memiliki motivasi mengikuti layanan informasi. Hal tersebut terlihat dari sebagian peserta didik yang tidak memperhatikan saat guru BK menyampaikan materi layanan karena dianggap tidak penting, cenderung pasif, lebih senang berbicara dengan teman yang lain, melamun, dan melakukan kegiatan yang lain.

Layanan informasi adalah layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik dan pihak-pihak yang dapat memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik untuk memahami informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan sehari-hari sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat (Sukardi, 2000). Tujuan Layanan informasi untuk membekali individu dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan, dan mengembangkan pola kehidupan (Mugiarso, 2004).

Baca juga:   Keberagaman Pengetahuan Orang Tua Siswa Pengaruhi Kualitas BDR

Layanan informasi yang diberikan oleh guru BK dapat dilaksanakan dengan berbagai metode. Topik yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang diperoleh dari AKPD (Angket Kebutuhan Peserta Didik) yang diisi saat awal masuk ajaran baru sehingga tidak dianggap sebagai ceramah atau obrolan belaka.

Guru BK harus lebih kreatif dalam memberikan layanan informasi agar tidak terkesan monoton karena peserta didik lebih menyukai atau tertarik terhadap hal-hal yang baru dan terkesan mengasyikkan agar tidak bosan dan jenuh. Media memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan, di antaranya dapat menumbuhkan motivasi peserta didik ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Menurut KBBI film adalah selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yang akan dipotret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan dalam bioskop) dan lakon (cerita) gambar hidup. Film merupakan salah satu media yang dapat digunakan, alasan rasional penggunaan film adalah karena film merupakan salah satu media yang paling populer dan digemari karena sifat hiburannya serta memiliki kekuatan pada ceritanya, semakin baik ceritanya, semakin baik pula dalam penyampaian pesan.

Baca juga:   Pendidikan Karakter oleh Guru BK di Masa Pandemi

Langkah-langkah yang penulis lakukan dalam pelaksanaan layanan informasi adalah pertama, mempelajari materi yang akan disampaikan kepada peserta didik serta kata-kata atau istilah yang perlu disampaikan sebelum menonton film. Kedua, mempersiapkan peralatan yang akan digunakan. Ketiga, menjelaskan tujuan yang ingin dicapai dan menjelaskan film yang akan diputar. Keempat, film siap diputar. Apabila pada saat di tengah-tengah film ditayangkan dianggap perlu untuk memberikan penjelasan tambahan maka film dihentikan sementara. Setelah film diputar penulis menanyakan perasaan peserta didik dan melakukan kegiatan lanjutan yang perlu dilakukan yaitu diskusi.

Dari uraian diatas penulis dapat menyimpulkan layanan informasi dengan media film dapat membuat pserta didik tertarik sehingga dapat meningkatkan motivasi mengikuti layanan, ditandai dengan variasi aktivitas belajar tidak hanya mendengarkan penjelasan dari guru BK, tetapi juga mencatat dan berusaha membuat rangkuman materi. (fbs2/ida)

Guru BK SMAN 1 Cepu, Kabupaten Blora

Populer

Lainnya