Tingkatkan Kemampuan Melukis dengan Metode Scientific Approach

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Seiring dengan implementasi Kurikulum 2013, pemerintah mendorong agar para guru meningkatkan mutu pembelajaran. Guru harus kreatif mengembangkan model dan strategi pembelajaran yang mendorong siswa berfikir kritis dan dapat menciptakan sebuah karya.

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya ikut mempengaruhi nuansa pendidikan sehingga menuntut guru sebagai garis terdepan untuk siap dan tanggap dalam pembelajaran abad-21 yang bercirikan learning skill, skill, dan literasi. Bahkan pembelajaran Abad-21 juga dapat dikatakan sebagai sarana mempersiapkan generasi emas. Dimana kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar.

Pentingnya kehadiran guru sebagai agen perubahan untuk menghadirkan pemahaman dan keluasan ilmu. Ini berarti kehadiran guru dalam proses transformasi budaya dan ilmu. Kedudukan guru dan sekolah sangatlah strategis. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menjadikan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif dan dapat mengembangkan potensi. Untuk menggali kekuatan spiritual, mengendalikan diri, meningkatkan kecerdasan, berakhlak mulia, serta mengasah keterampilan yang dibutuhkan masyarakat bangsa dan negara.

Baca juga:   Metode Lawaran, Tingkatan Membaca Huruf Jawa

Peserta didik yang berasal dari latar belakang sosial, ekonomi, intelektual, agama dan budaya yang berbeda menjadi objek belajar terus meningkatdan berkembang sesuai zaman. Oleh karena itu guru tidak hanya memberikan pelajaran dengan ceramah dan mendikte saja. Tanpa memperhatikan kemampuan bakat dan minat peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran dimodifikasi dengan adanya kemajuan teknologi.

Pembelajaran dengan menggunakan scientific approach adalah pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengontruksi konsep, hukum, dan prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah). Merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesa. Mengumpulkan data dengan berbagai teknik menganalisa data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum dan prinsip yang ditemukan (Hosnan, 2014:34).

Dalam kondisi pembelajaran scientific approach diharapkan tercipta kondisi pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk mencari tahu informasi dari berbagai sumber melalui observasi dan bukan diberi tahu.

Metode ini memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk melakukan pembelajaran konstektual sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan dapat diharapkan meningkatkan literasi baru bagi siswa. Penulis sebagai guru Seni Budaya kelas IX SMP Negeri 2 Kajen Kabupaten Pekalongan menerapkan metode ini pada materi Karya Seni lukis dengan Beragam Media dan Teknik.

Baca juga:   Metode PAKEM Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan mengamati,menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi. Mengasosiasikan dengan menuangkan dalam goresan lukisan dan menyimpulkan hasil percobaan tersebut yang kemudian dipresentasikan di depan kelas. Untuk selanjutnya dinilai oleh guru sebagai hasil belajar kelompok atau hasil kerja mandiri.

Scientific approach merupakan pendekatan yang dipakai dalam Kurikulum 2013 yang telah mengalami moratorium. Hal ini disebabkan oleh kurang familiarnya guru dengan peserta didik dalam mengimplementasikan dalam pembelajaran. Hasil respon peserta didik hampir 90 persen siswa menyukai proses pembelajaran dengan metode saintifik. Karena membawa peserta didik ke dalam suasana senang tidak membosankan dan komunikatif antarpeserta didik. Sehingga peserta didik lebih paham tentang materi Karya Seni lukis dengan Beragam Media dan Teknik. Dengan metode tersebut prestasi mata pelajaran Seni Budaya siswa kelas IX SMP Negeri 2 Kajen meningkat. (dj2/lis)

Guru Seni Budaya SMP Negeri 2 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya