Asyik Berhitung KaBaTaKu Menggunakan Jarimatika

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR matematika di sekolah dasar terdapat materi operasi hitung. Dali S. Naga (1980:1) menjelaskan operasi hitung adalah cabang dari matematika yang berkenaan dengan bilangan nyata dengan perhitungan terutama menyangkut masalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Materi operasi hitung di tingkat sekolah dasar biasa dikenal dengan KaBaTaKu (kali, bagi, tambah, dan kurang). Kemampuan dasar ini, biasa diberikan kepada peserta didik sejak dini, yaitu sejak awal di tingkat dasar dari kelas 1 sampai kelas 6. Kemampuan dasar KaBaTaKu sebagai prasyarat untuk mempelajari matematika selanjutnya yang memiliki tingkat berpikir lebih tinggi.

Menanamkan kemampuan berhitung pada peserta didik di sekolah dasar tidak mudah. Seperti yang penulis alami pada kegiatan pembelajaran matematika di SD Negeri Lebo 01 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Siswa mengalami kesulitan mempelajari operasi hitung bilangan bulat. Menyelesaikan satu operasi hitung bilangan siswa butuh waktu yang lama, baik bilangan satu angka maupun bilangan dua dan tiga angka. Sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien. Juga tidak menyenangkan bagi siswa. Pada pembelajaran berikutnya, penulis mencoba menggunakan strategi dan metode baru yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa yang masih konkrit atau nyata, yaitu dengan metode jarimatika untuk berhitung KaBaTaKu.

Baca juga:   Pembelajaran Praktik Kultur Pakan Alami di Masa PJJ

Menghitung dengan jarimatika ternyata mudah dilakukan oleh siswa. Media yang digunakan sederhana dan praktis, yaitu cukup menggunakan jari tangan. Menurut Tribudiyono (2008:24), jarimatika adalah metode menghitung dengan menggunakan sepuluh jari tangan. Pembelajaran berhitung (KaBaTaKu) dengan Jarimatika dimulai dengan memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar, kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan. Selanjutnya, melatih siswa agar terampil dan cepat menghitung, guru memberikan soal secara lisan untuk dijawab dengan cepat oleh siswa. Siswa dilatih kecermatan dalam menyelesaikan soal operasi hitung dengan soal yang lebih sulit lagi. Sehingga keterampilan menghitung dengan jarimatika menjadi lebih baik. Di akhir pembelajaran dilakukan penilaian kelas untuk mengetahui sejauhmana hasil belajar yang diperoleh.

Pembelajaran dengan jarimatika memberikan hasil yang positif. Hasil penelitian di SD Negeri Lebo 01 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada pembelajaran matematika menggunakan metode jarimatika untuk berhitung KaBaTaKu menunjukkan adanya perubahan dua hal. Pertama, aktifitas siswa di kelas mengalami peningkatan lebih baik. Siswa menjadi lebih antusias, tidak bosan dan menyenangkan. Berbeda dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan sebelumnya. Siswa menjadi terampil menghitung dengan kesepuluh jari tangan mereka dengan mudah. Partisipasi siswa terhadap pembelajaran menjadi lebih baik dibanding pada siklus sebelumnya. Kedua, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata hasil ulangan siswa dibandingkan nilai sebelumnya. Tidak ada siswa yang melakukan remidi. Nilai belajar siswa mendapat kategori tuntas. Jadi, metode jarimatika bisa memudahkan siswa mencapai kompetensi pembelajaran melakukan operasi hitung KaBaTaKu. Selain itu, jarimatika bisa menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. (pai1/zal)

Baca juga:   Peningkatan Pembelajaran dengan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Senam Lantai

Guru SD Lebo 01 Warungasem Batang

Populer

Lainnya