Snowball Throwing Tingkatkan Belajar Mengenal Nama Allah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, APAKAH mengajar kita sudah membuat siswa merasa senang dan antusias?. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang perlu dijawab sebagai pengajar. Karena tanpa bisa menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan dan antusias maka pembelajaran belum disebut berhasil. Pembelajaran yang menyenangkan akan mudah membawa siswa masuk pada pemahaman materi sehingga tujuan pembelajaran akan bisa tercapai secara maksimal.

Salah satu metode yang bisa menciptakan suasana kelas menjadi menyenangkan dan memotivasi belajar siswa adalah metode snowball throwing. Metode yang diterapkan di SDN Kebandungan Bodeh ini menggabungan game dan edukasi. Metode ini menurut penulis sangat cocok untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi mengenal nama –nama Allah dan kitabNya.

Bila diartikan snowball throwing berarti melempar bola salju. Tentu dalam pengaplikasian ketika aktivitas belajar, model pembelajaran ini tidak benar-benar melempar salju.Tapi hanya analogi dengan cara melempar kertas yang didalamnya terdapat sebuah pertanyaan dari siswa ke siswa lain yang menjadi target yang nantinya harus dijawab. Snowball throwing adalah salah satu model pembelajaran yang memiliki tipe aktif (active learning) di mana dalam implementasinya siswa harus terlibat secara proaktif. Manfaat yang bisa didapat dalam pengaplikasian pembelajaran ini adalah siswa bisa terdorong dan mengembangkan kemampuan kerjasama dan kepemimpinan dalam sebuah grup atau masyarakat.

Baca juga:   Korelasi Antara Pendidikan Budi Pekerti dengan Pendidikan Agama Islam

Pada dasarnya terdapat prinsip yang perlu dipahami ketika melakukan metode pembelajaran dengan snowball throwing. Berikut adalah prinsip yang didasarkan pada pernyataan Rahman (2015). Siswa harus bisa berperan aktif dalam pembelajaran ini karena model pembelajaran ini memiliki sifat pembelajaran aktif atau active learning. Siswa diharuskan untuk bisa bekerja bersama-sama dengan grup belajar dan bisa beradaptasi dengan lingkungan karena snowball throwing ialah salah satu dari lingkup model pembelajaran kooperatif. Saat proses dan aktivitas model pembelajaran snowbal throwing harus dilaksanakan dengan ceria yang biasa disebut joyfull learning.

Tema mengenal Allah dan kitabNya pada kelas IV (empat) dijenjang Sekolah Dasar mencakup materi nama – nama Allah Al Mumit, Al Hayyu, Al Qayyum dan Al Ahad dan kitab kitab Allah seperti Taurat, Zabur, Injil dan Alquran. Tujuan pembelajarannya adalah siswa mampu mengenal asmaul husna atau nama – nama baik dan indah dan mampu mengenal kitab –kitab Allah. Salah satu indikatornya adalah siswa mampu menyebutkan nama –nama Allah dan kitabNya. Materi ini bersifat hafalan, di mana siswa perlu membaca, mencatat dan menghafalkan. Namun jika proses pembelajaran itu saja yang dilakukan maka siswa akan bosan dan tidak menyenangkan.

Langkah-langkah pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi mengenal Allah dan kitabNya sebagai berikut pertama, guru mempresentasikan materi mengenal nama –nama Allah dan kitabNya. Materi tersebut sudah ditentukan sebelumnya. Lalu Guru membuat grup belajar dan siswa menentukan ketua grup yang nantinya akan ditunjuk agar menerangkan materi belajar yang sudah dipresentasikan sebelumnya. Kemudian ,Ketua kembali ke grup masing-masing dan menjelaskan dan mendiskusikan materi. Selanjutnya siswa diminta untuk menyediakan sebuah kertas yang nantinya akan ditulis sebuah soal yang berhubungan dengan materi yang telah dipresentasikan guru dan ketua grup. Berikutnya kertas akan dibentuk menjadi bola, selanjutnya kertas bola tersebut dilempar ke siswa lain yang berbeda grup. Bisa dilakukan acak selama 3 menit atau lebih. Setelah selesai melempar, guru akan menunjuk sebuah grup atau siswa untuk menjawab soal yang ada di gulungan kertas. Sesi ini dilakukan secara bergantian. Akhirnya, guru akan mengadakan refleksi dan evaluasi tentang proses dan kegiatan pembelajaran.

Baca juga:   Asyiknya Praktek Salat di Rumah dengan Centang Manjur

Siswa bisa lebih proaktif dalam belajar, Bisa menumbuhkan keterampilan kerjasama dan diskusi pada siswa, Siswa bisa semakin percaya diri dalam lingkungan sosial masyarakat yang berbeda pandangan dan Siswa dapat lebih fleksibel dan adaptif dalam menghadapi persoalan. Ini juga menjadi solusi yang bisa dipakai guru agar mata pelajaran bisa digandrungi dan aktivitas pembelajaran bisa lebih hidup. (fbs1/zal)

Guru PAI SDN Kebandungan Bodeh

Populer

Lainnya