Tingkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Sosiologi dengan Tutor Sebaya

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu mata pelajaran yang diajarkan di SMA jurusan IPS adalah Sosiologi yang sebagian besar materinya bersifat deskriptif. Biasanya metode yang digunakan guru dalam menjelaskan materinya adalah ceramah. Sehingga sering dijumpai adanya peserta didik yang kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, maka untuk berpikir kreatif pun, peserta didik mengalami hambatan. Selain itu, metode ceramah menimbulkan rasa bosan pada peserta didik sehingga dirasa kurang efektif.

Untuk meningkatkan aktivitas dan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran Sosiologi pada kelas X IPS pada materi Proses Interaksi Sosial di SMA Negeri 1 Kemangkon, Purbalingga adalah dengan menerapkan metode tutor sebaya. Menurut Ahmadi dan Supriyono (2004), tutor sebaya adalah metode pembelajaran dimana beberapa peserta didik ditunjuk atau ditugaskan membantu temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar agar temannya tersebut bisa memahami materi dengan baik.

Metode tutor sebaya merupakan salah satu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara memberdayakan kemampuan peserta didik yang memiliki daya serap tinggi untuk membantu peserta didik lain yang daya serapnya rendah. Tutor sebaya artinya peserta didik yang mengalami kesulitan belajar diberi bantuan oleh teman-temannya sekelas yang mempunyai usia sebaya dengan peserta didik tersebut.

Baca juga:   Interview Games Permudah Belajar Asking for and Giving Information

Metode tutor sebaya dilaksanakan dengan membagi kelas dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 4–5 orang dan memilih peserta didik untuk dijadikan sebagai ketua kelompok sekaligus sebagai tutor dalam kelompoknya. Peserta didik yang menjadi tutor mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan teman lainnya dan sudah dibekali materi yang akan dibahas oleh guru. Sehingga saat peserta didik memberikan bimbingan peserta didik lain, sudah dapat menguasai bahan/materi yang akan disampaikan.

Metode tutor sebaya dapat memancing semua peserta didik untuk lebih aktif dan kreatif dalam segala kegiatan, termasuk lebih berani dalam bertanya dan mengeluarkan pendapat karena yang menjadi tutor adalah temannya sendiri bukan guru. Jadi peserta didik dapat menggantikan fungsi guru untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar.

Dengan penggunaan metode tutor sebaya, diharapkan peserta didik yang kurang aktif menjadi aktif dan dapat mengoptimalkan kemampuan peserta didik yang berprestasi dalam satu kelas untuk mengajarkan kepada teman sebaya yang kurang berprestasi. Dalam metode tutor sebaya, tugas guru sebagai fasilitator, motivator, mediator dan evaluator. Sedangkan tugas tutor adalah membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antarteman sebaya umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan peserta didik.

Baca juga:   Pembelajaran Sosiologi dengan Blended Learning di Masa Pandemi

Dengan demikian metode tutor sebaya menjadi salah satu cara untuk memfasilitasi peserta didik belajar bersama dan dibimbing oleh teman sebaya dalam berbagi pengetahuan, saling membantu dan dapat menciptakan keadaan yang nyaman. Manfaat penerapan metode tutor sebaya, peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pemahaman materi dapat terbantu oleh peserta didik yang lain dan membantu melatih keterampilan peserta didik berkomunikasi. Bagi tutor, kegiatan tutor sebaya merupakan pengayaan dan menambah motivasi belajar dan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab akan kepercayaan. Metode tutor sebaya dapat membentuk karakter peserta didik, karena dapat meningkatkan kepekaan/saling peduli, menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri, memupuk kerjasama, saling menghargai, meningkatkan rasa saling percaya diri dan melatih kemandirian peserta didik. (pai1/ida)

Guru Sosiologi SMAN 1 Kemangkon, Purbalingga

Populer

Lainnya