Pembelajaran Lebih Menyenangkan dengan Kontekstual

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN kurikulum 2013 mendasarkan pada konsep bahwa pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga dan masyarakat. Dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 yaitu dengan pembelajaran tematik pada sekolah SD/MI yang merupakan pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik.

Sebagian besar masalah yang dihadapi oleh siswa dalam pembelajaran tematik ini adalah siswa belum mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan pengetahuan mereka dengan lingkungan sehari-hari. Permasalahan yang muncul dalam pembelajaran tematik ini adalah bagaimana agar pembelajaran dan penyajian konsep menyenangkan bagi siswa, dan siswa dapat aktif dalam pembelajaran.

Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar dengan cara mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sebagai anggota masyarakat (Nurhadi dalam Rusman, 2010:190 dan Trianto, 2007:101). Pendekatan kontekstual ini menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses pembelajaran lebih menekankan pada proses pengalaman langsung.

Baca juga:   Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Pendekatan kontekstual sangat tepat digunakan untuk pembelajaran Kurikulum 2013 di kelas tiga SD Negeri Reban, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Misalnya untuk pembelajaran tema II Menyayangi Hewan dan Tumbuhan, siswa tidak hanya belajar dengan mempelajari apa yang ada di buku pelajaran, belajar tentang konsep dan menghafal. Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa mengamati dan melakukan sendiri, mengaitkan materi dengan dunia nyata yaitu dengan belajar merawat hewan dan tumbuhan sendiri. Ketika siswa melakukan secara langsung bagaimana cara merawat hewan dan tumbuhan, pembelajaran akan lebih menyenangkan. Siswa akan menemukan sendiri hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan ketika merawat hewan dan tumbuhan.
Pendekatan kontekstual juga bisa diterapkan pada mata pelajaran matematika. Pada materi pecahan misalnya. Pembelajaran pecahan akan lebih dipahami siswa jika memakai benda konkret, buah, kue, tali dan lain sebagainya. Misalnya guru membawa buah melon. Buah melon itu kemudian dipotong menjadi empat bagian sama besar, satu bagian melon diberikan pada siswa. Jadi, berapakah melon yang diberikan pada siswa? Siswa akan berpikir dan menemukan sendiri jawabannya. Hal ini sesuai dengan karakteristik pembelajaran kontekstual yaitu berpikir kritis dan kreatif. Pembelajaran kontekstual sangat cocok diterapkan untuk kelas tiga SD karena siswa akan lebih mudah memahami sesuatu bila dia melihat secara langsung objek yang dipelajari. Hal ini sejalan dengan tahap perkembangan anak. (pai1/ida)

Baca juga:   Meningkatkaan Hasil Belajar Menulis Secara Kolaboratif dengan Bantuan Kartu

Guru SD Negeri Reban, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang

Populer

Lainnya