Model Pembelajaran NHT Meningkatkan Hasil Belajar Peninggalan Sejarah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran IPS di sekolah seharusnya dilaksanakan dengan melibatkan langsung siswa terhadap masalah-masalah sosial, sehingga mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Kenyataannya guru dalam menerapkan pembelajaran lebih menekankan pada model yang mengaktifkan guru, kurang melibatkan siswa. Pembelajaran yang dilakukan guru kurang kreatif.
Lebih banyak menggunakan metode konvensional dan kurang mengoptimalkan media pembelajaran. Sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.

Penggunaan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar materi peninggalan sejarah dari masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia pada kelas V SDN Beji 01. Untuk meningkatan proses pembelajaran, terutama untuk menanggulangi permasalahan belajar secara barkesinambungan agar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran.

Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut, baik untuk keseluruhan kelas maupun individu (Sujana, 2005).

Baca juga:   Menebar Motivasi di Tengah Pandemi

Model NHT bagian dari model pembelajaran kooperatif struktural, menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Agar siswa bekerja saling bergantung pada kelompok-kelompok kecil secara kooperatif. Struktur tersebut dikembangkan sebagai bahan alternatif dari struktur kelas tradisional seperti mengacungkan tangan terlebih dahulu untuk kemudian ditunjuk oleh guru untuk menjawab pertanyaan yang telah dilontarkan. Model NHT memiliki kelebihan di antaranya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, mampu memperdalam pemahaman siswa, menyenangkan siswa dalam belajar, mengembangkan sikap positif siswa, mengembangkan sikap kepemimpinan siswa, mengembangkan rasa ingin tahu siswa, meningkatkan rasa percaya diri siswa, mengembangkan rasa saling memiliki serta mengembangkan keterampilan untuk masa depan (Tryana, 2008).

Langkah-langkah pembelajaran NHT, pertama persiapan, guru merancang pembelajaran dengan memuat skenario pembelajaran, materi pelajaran dan Lembar Kerja Siswa sesuai dengan model tipe NHT. Kedua, pembentukan kelompok, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan tiga sampai lima orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Selanjutnya tiap kelompok harus memiliki buku paket agar memudahkan dalam mengerjakan LKS atau masalah yang diberikan guru. Kemudian tiap kelompok mengerjakan tugas kelompok masing masing. Tahap berikutnya guru menyebut satu nomor dan siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas. Pada tahap kesimpulan guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

Baca juga:   Media Corong Kertas Permudah Siswa Belajar Matematika

Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tipe Numbered Heads Together, hasil belajar dan aktivitas siswa meningkat, siswa memiliki rasa percaya diri, berani bertanya, dan suasana diskusi kelompok berjalan lebih lancar.

Penggunaan model pembelajaran tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi peninggalan sejarah dari masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia pada kelas V SD N Beji 01. Untuk itu disarankan kepada bapak ibu guru untuk menggunakan model pembelajaran NHT agar aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat. (pai1/lis)

Guru SD Negeri Beji 01 Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang

Populer

Lainnya