Permudah Belajar Descriptive Text dengan Video Scribe

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MASIH banyak guru yang belum sepenuhnya menyediakan media pembelajaran dalam kelas. Guru yang kurang memiliki waktu dan pengetahuan dalam menciptakan media pembelajaran memilih mengajar dengan cara konvensional, yaitu ceramah dan mencatat. Cara tersebut membuat siswa tidak interaktif menanggapi pembelajaran, sehingga proses pembelajaran tidak dapat terjadi secara optimal. Bahkan siswa kurang memperhatikan materi yang sedang dijelaskan. Hal itu dirasakan siswa SMP Negeri 1 Lebakbarang, terutama dalam belajar descriptive text.

Salah satu cara untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa adalah melalui inovasi media pembelajaran. Artinya segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Ibrahim, dkk, 2000:4). Media pembelajaran menggunakan sparkol videoscribe dianggap layak untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Sparkol Videoscribe merupakan sebuah media pembelajaran video animasi yang terdiri dari rangkain gambar layaknya tulisan tangan yang disusun menjadi sebuah video utuh. Dengan karakteristik yang unik, sparkol videoscribe mampu menyajikan konten pembelajaran dengan memadukan gambar, suara, dan desain yang menarik sehingga siswa mampu menikmati proses pembelajaran.

Baca juga:   Asyiknya Belajar ASEAN dengan Mind Mapping

Manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaaan media pembelajaran animasi sparkol videoscribe antara lain guru akan lebih mudah dalam menyampaikan materi-materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik, menghindari metode ceramah dalam penyampaian materi, dapat memfasilitasi berbagai jenis cara belajar anak, peserta didik akan lebih antusias mengikuti pembelajaran dengan penyajian video animasi, guru akan lebih mudah mengajak peserta didik terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang menyertainya, dan video yang telah dibuat oleh guru dapat diunggah ke youtube, sehingga dapat saling berbagi karya video animasi pembelajarannya.

Sementara, kelemahan dari media pembelajaran animasi sparkol videoscribe adalah terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangan materi tersebut. Sehingga peran kreativitas guru untuk mengolah perhatian peserta didik yang telah dirangsang oleh media audio visual sangatlah penting. Guru harus bisa mengaitkan materi yang dibahas melalui media audio visual dengan kegiatan yang menarik, misalkan mempraktekkan atau belajar secara kelompok, maupun praktek di luar kelas. Sehingga motivasi ataupun perhatian peserta didik yang telah timbul dengan rangsangan media audio visual tidak sia-sia.

Baca juga:   Meningkatkan Penguasaan Continuous Tense dengan Running Dictation

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran animasi sparkol videoscribe berhasil meningkatkan minat belajar siswa dalam belajar descriptive text. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket minat belajar yang diberikan kepada siswa dan guru. Minat belajar siswa terbukti mengalami peningkatan dibandingkan sebelum menggunakan media pembelajaran ini. Media pembelajaran animasi sparkol videoscribe dapat mengoptimalkan proses pembelajaran, karena pada dasarnya media pembelajaran ini dapat membantu siswa lebih jelas menerima materi pelajaran yang disajikan. Selain itu juga dapat menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan bagi siswa sehingga membuat siswa menaruh minat yang tinggi pada pembelajaran. (fbs1/ida)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Lebakbarang Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya