Menariknya Belajar Bilangan Bulat dengan Pendekatan IG

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus pada hasil yang dicapai peserta didik, melainkan bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan, dan mutu serta dapat memberikan perubahan perilaku yang diaplikasikan dalam kehidupan. Belajar adalah proses perubahan perilaku untuk memperoleh pengetahuan, kemampuan, dan sesuatu hal baru serta diarahkan pada suatu tujuan. Belajar juga merupakan proses berbuat melalui berbagai pengalaman dengan melihat, mengamati dan memahami sesuatu yang dipelajari.

Hasil belajar peserta didik yang selalu menurun tanpa ada kesemangatan untuk belajar merupakan masalah yang dihadapi oleh peserta didik SD Negeri 02 Werdi Wonokerto kelas VI yaitu pada KD menjelaskan bilangan bulat negatif dengan garis bilangan. Untuk menjadi seorang guru yang disenangi dan memberi semangat belajar siswa, selain dengan pengelolaan berbagai komponen pembelajaran, guru harus pintar dalam membuat strategi pembelajaran. Hendaknya guru juga menguasai berbagai kompetensi agar kemampuannya selalu optimal dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

Baca juga:   Pendidikan Hanya Berorientasi Pasar

Ada baiknya tersedia pembelajaran yang menarik karena dapat mengurangi atau menghilangkan beban psikologis siswa. Selain itu, dapat mengefektifkan sekaligus mengefisienkan aktifitas belajar mengajar dikelas. Salah satu faktor terpenting dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran menyenangkan adalah interaksi dan komunikasi yang menyenangkan antara pendidik dan peserta didik. Maka dari itu, penulis menggunakan strategi pembelajaran yang menyenangkan yaitu menerapkan model Group Investigation.

Pengertian Model Pembelajaran Group Investigation (GI) menurut Arifin dan Afandi (2015: 13) mengungkapkan bahwa Group Investigation merupakan, pembelajaran dimana siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik/ sub topik maupun cara untuk pembelajaran secara investigasi dan model ini menuntut para siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dalam arti bahwa pembelajaran investigasi kelompok itu metode yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informan) pelajaran yang akan di pelajari melalui bahan-bahan yang tersedia misalnya dari buku pelajaran, masyarakat, internet.

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut : Pertama, mengidentifikasi topik dan mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok. Kedua, merencanakan tugas-tugas belajar, direncanakan secara bersama-sama oleh para siswa dalam kelompoknya masing-masing, yang meliputi: apa yang kita selidiki; bagaimana kita melakukannya, siapa sebagai apa-pembagian kerja; untuk tujuan apa topik ini diinvestigasi. Ketiga, melaksanakan investigasi. Siswa mencari informasi, menganalisis data, dan membuat kesimpulan kelompok.

Baca juga:   Pembelajaran Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel Menggunakan Geogebra

Keempat, menyiapkan laporan akhir. Anggota kelompok menentukan pesan-pesan esensial proyeknya; merencanakan apa yang akan dilaporkan dan bagaimana membuat presentasinnya; membentuk panitia acara untuk mengoordinasikan rencana presentasi. Kelima, Mempresentasikan laporan akhir. Keenam, Evaluasi, Para siswa berbagi mengenai balikan terhadap topik yang dikerjakan, kerja yang telah dilakukan, dan pengalaman-pengalaman afektifnya; guru dan siswa berkolaborasi untuk mengevaluasi pembelajaran.
Dengan penerapan pembelajaran IG ini telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran ini juga mampu menjadikan unsur-unsur psikologis siswa terangsang dan lebih aktif. Disebabkan oleh adanya rasa kebersamaan dalam kelompok, sehingga mereka dengan mudah dapat berkomunikasi dengan bahasa yang lebih sederhana. (fbs1/aro)

Guru Kelas VI SD Negeri 02 Werdi Wonokerto, Kec. Wonokerto, Kab. Pekalongan

Populer

Lainnya