Kenalkan Permainan Tapak Gunung melalui Video Pembelajaran PJOK

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Usia anak-anak adalah usia bermain. Berbeda pada era abad sebelumnya, jika dahulu anak-anak bermain hanya dengan bermodal batu, tongkat, dan karet gelang, namun dewasa ini anak-anak sudah dihadapkan dengan hal-hal yang berbau digital, modern dan canggih. Dengan kata lain, anak-anak di era sekarang telah menjadi korban dari globalisasi permainan modern. (Tanoker.org, 01/10/2016).

Permainan modern saat ini membuat anak-anak mengalami kekurangan komunikasi dengan teman sebayanya atau lebih condong ke sifat individualistik. Mereka memainkan permainan tersebut sendirian tanpa teman. Bersosialisasi tentunya perlu dalam proses perkembangan anak. Melihat dari permasalahan tersebut, penulis selaku guru PJOK di SDN Gondoriyo Kota Semarang, merasa tergugah dan ikut berupaya agar hal seperti ini dapat dikurangi dengan melestarikan permainan tradisonal bagi anak-anak pada umumnya, dan khususnya bagi siswa kelas II SDN Gondoriyo Kota Semarang, dimana permainan ini dahulu mampu membuat anak-anak memiliki rasa sosial tinggi, kebersamaan, kerjasama, kejujuran, dan masih banyak lagi nilai yang terkandung didalamnya.

Sesuai dengan Kurikulum 2013 di SD khususnya muatan pelajaran PJOK untuk kelas II tema 1 tentang gerak dasar lokomotor, siswa diharapkan dapat memahami dan mempraktikkan gerak dasar lokomotor dalam berbagai permainan sederhana dan atau tradisonal dengan model pembelajaran yang dikembangkan. Di masa pandemi Covid-19 ini, sesuai kebijakan pemerintah maka pembelajaran PJOK di SD ini masih tetap dilaksanakan secara daring atau belajar dari rumah. Penulis mencoba melaksanakan pembelajaran daring dengan pendekatan audio visual dan demonstrasi dalam bentuk video pembelajaran PJOK. Permainan tradisional yang diterapkan pada materi gerak dasar lokomotor kelas II ini adalah permainan tapak gunung. Harapan pertama dari pembelajaran ini adalah melalui video pembelajaran mampu membuat anak-anak menjadi tertarik dan merasa senang hingga akhirnya mencoba dan mempraktikkan permainan tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.

Baca juga:   Implementasi Platform Lark Adjective Learning

Strategi pembelajaran yang dipakai adalah bentuk video pembelajaran yang di dalamnya benar-benar mengedepankan praktik menyenangkan tentang permainan tapak gunung. Sebagai umpan balik pembelajaran, siswa diharuskan memahami dan mempraktikkan permainan tapak gunung ini. Tugas praktik dikirim dalam bentuk video pendek melalui aplikasi whatsapp orangtua siswa. Pengembangan model pembelajaran ini diharapkan mampu membuat siswa kelas II SDN Gondoriyo lebih aktif bergerak dalam berbagai situasi dan kondisi yang sangat menyenangkan dalam pembelajaran serta memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak di era sekarang ini.

Setelah mengembangkan metode pembelajaran melalui video pembelajaran PJOK ini, tujuan serta indikator pembelajaran PJOK di kelas II SDN Gondoriyo dapat tercapai. Siswa menjadi lebih aktif dan antusias mengikuti pembelajaran PJOK dengan baik. Untuk hasil belajar siswa pada materi pembelajaran gerak dasar lokomotor ini, dari siswa sejumlah 28 anak, 26 siswa telah mendapatkan nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) PJOK di kelas II tersebut yaitu 70. Sedangkan sisanya yaitu 2 siswa masih mendapatkan nilai di bawah KKM. Berdasarkan hasil belajar tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan video pembelajaran PJOK materi gerak dasar lokomotor tentang permainan tapak gunung, motivasi dan aktivitas siswa dalam pembelajaran PJOK lebih meningkat, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (ips2/ida)

Baca juga:   Blended Learning, Model Pembelajaran Solutif PJOK Tingkatkan Keaktifan Siswa

Guru PJOK SDN Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang

Populer

Lainnya