Aktifkan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Strategi Card Sort

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Berdasarkan kenyataan di kelas I SDN 1 Pandu Senjaya Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat, dari jumlah siswa 28 hasil pembelajaran Bahasa Indonesia pada semester I masih rendah. Dari 28 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM 70 baru ada 12 siswa (42,85 persen), berarti masih ada 16 siswa (61,15 persen) yang belum tuntas mencapai KKM 70 atau belum tuntas.

Oleh karena itu, sebagai guru kelas penulis perlu melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan hasil prestasi dan aktivitas siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Upaya itu penting ditempuh guru karena dalam Kurikulum 2013 (Kemdikbud, 2013:3) dinyatakan bahwa kompetensi pembelajaran bahasa Indonesia berorientasi pada hakikat pembelajaran bahasa, yaitu berbahasa adalah belajar berkomunikasi dan belajar sastra adalah belajar menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan. Adapun strategi yang dipilih adalah dengan kartu sortir (card sort). Yaitu suatu kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi (Tofa, 2016:27).
Tujuan penelitian yaitu pertama, mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia melalui strategi pembelajaran aktif tipe card sort di kelas I SDN 1 Pandu Senjaya semester 1 tahun ajaran 2019/2020. Kedua, mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia melalui strategi pembelajaran aktif tipe card sort.

Berdasarkan hasil observasi awal diketahui masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini terlihat dari nilai tes formatif siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia dari 28 siswa kelas I masih ada 12 siswa (42,85 persen) berarti masih ada 16 siswa (61,15 persen) yang belum tuntas mencapai KKM 70 atau belum tuntas.
Aktivitas siswa yang diamati dalam penelitian ini adalah aktivitas di dalam kelas. Adapun aspek yang diamati adalah keaktifan, kerja sama dan keberanian dalam melaksanakan tugas yang diberikan guru. Dari hasil analisis, sebanyak 4 (14,29 persen) siswa sudah aktif, 20 (71,43 persen) siswa cukup aktif dan hanya 4 (14,29 persen) siswa yang kurang aktif. Dari aspek kerja sama dalam kelas ada 7 (25,00 persen) siswa sudah kerja sama dan 17 (60,71 persen) siswa cukup, siswa kurang kerja sama dan 4 (14,29 persen).

Baca juga:   Mudahnya Menulis Cerpen dengan AIR di Masa Pandemi

Sedangkan dari aspek keberanian hasilnya sudah baik hanya 6 siswa (21,43 persen) yang berani bertanya, 20 (71,43 persen) cukup berani bertanya dan 2 (7,14 persen) siswa yang kurang berani bertanya.

Setelah dilaksanakan proses pembelajaran bahasa Indonesia ternyata ada perubahan yang positif pada pembelajaran. Hal ini terlihat pada hasil tes formatif siswa, hasil belajar yang dicapai siswa pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus II, dari 28 siswa yang dinyatakan tuntas ada 26 siswa (92,86 persen) sedangkan yang belum tuntas ada 2 (7,14). Dari segi keaktifan siswa, pada tahap siklus II sudah meningkat, dari hasil pengamatan peneliti bahwa semua siswa aktif. Dengan hasil belajar yang diperoleh pada siklus II, maka disimpulkan bahwa hasil belajar siswa sudah maksimal.

Hasil akhir penelitian menyimpulkan pertama, aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan strategi card sort dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas I terbukti dapat meningkat dengan signifikan dari rata-rata hasil prasiklus 14,29 persen pada aspek aktivitas meningkat pada siklus I menjadi 57,14 persen dan meningkat lagi pada siklus II diperoleh 71,43 persen. Kemudian dari aspek kerja sama juga terjadi peningkatan dari prasiklus 25,00 persen meningkat pada siklus I 60,71 persen dan pada siklus II diperoleh 78,57 persen dari aspek keberanian diperoleh rata-rata pada prasiklus 21,43 persen meningkat menjadi 57,14 persen pada siklus I dan meningkat pada siklus II diperoleh 82,14 persen.

Baca juga:   Audio Video Visual Tingkatkan Kemampuan Pidato

Kedua, hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan metode card sort dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas I meningkat signifikan dari rata-rata hasil prasiklus yang mencapai ketuntasan 12 anak (42,85 persen) meningkat pada siklus I menjadi 20 anak (71,48 persen) dan meningkat lagi pada siklus II yang mencapai ketuntasan 26 anak (92,86 persen) dengan Kriteria Ketuntasan Minimal 70 dan ketuntasan klasikal 80 persen. Ketiga, pembelajaran menggunakan tipe card sort dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswadi SD Negeri 1 Pandu Senjaya Semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. (ips2.1/lis)

Guru SDN 1 Pandu Senjaya, Kabupaten Kotawaringin Barat

Populer

Lainnya