Belajar Upaya Pembelaan Negara Asyik dengan TGT

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BANYAK upaya yang ditempuh pendidik dalam melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Agar bisa merancang pembelajaran yang menarik dan menyenangkan perlu dilakukan identifikasi dan analisis KD 3.6 materi kelas IX dengan judul Bela Negara dalam Konteks NKRI. Maka, guru bisa menggunakan model pembelajaran aktif tipe teams games tournaments (TGT).

Untuk menguasai materi Bela Negara dalam konteks NKRI dalam pembelajaran PPKn di SMPN 1 Wonopringgo Kabupaten Pekalongan adalah pembelajaran aktif tipe TGT terpadu dengan LCC PPKn. Proses dan tahapannya sebagai berikut, pertama, guru merancang pembelajaran dengan menyusun lembar kerja (LK) lengkap dengan kunci jawaban dan penskoran. Selain LK, guru menyiapkan daftar pertanyaan yang akan dimainkan dalam LCC. Kedua, menentukan jenis permainan yang akan diterapkan dalam pembelajaran. Ketiga, membuat aturan main dalam pembelajaran. Keempat, menentukan hadiah bagi peserta terbaik.

Untuk menerapkan pembelajaran aktif tipe TGT peserta didik dilibatkan dalam membuat aturan dan ada kesepakatan kelas. Keterlibatan peserta didik dalam membuat aturan bersama sangat menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran.
Adapun langkah yang dapat ditempuh dalam proses pembelajaran materi Bela Negara dalam konteks NKRI adalah sebagai berikut, pertama, pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran. Kedua, membentuk kelompok yang beranggotakan 5-6 peserta didik secara hiterogen. Ketiga, menjelaskan aturan main yang sudah disepakati dalam kelas. Keempat, memberikan kesempatan pada tiap kelompok untuk belajar bersama dari materi yang ditentukan. Kelima, memberikan LK yang harus dikerjakan dalam kelompok dengan batas waktu yang sudah ditentukan dalam mengerjakan LK satu kelompok cukup mengerjakan satu sebagai hasil pemikiran anggota kelompok. Keenam, mengoreksi pekerjaan kelompok dengan memberikan kunci jawaban yang telah disiapkan. Ketujuh, mendata skor yang dicapai oleh tiap kelompok. Kedelapan, mengumumkan tiga kelompok terbaik yang akan bermain pada tahap pembelajaran berikutnya.

Baca juga:   Mutu Pendidikan Meningkat, Kompetensi Peserta Didik Juga Meningkat

Setelah diketahui tiga kelompok terbaik maka tiga kelompok tersebut yang diberikan kesempatan untuk memainkan kuis pada tahap berikutnya. Sebagaimana rancangan pembelajaran dalam TGT, ada turnamen yang sudah ditentukan yaitu terpadu dengan LCC, maka tiga kelompok terbaik yang terpilih beradu pemikiran, kerjasama dan kemampuan melalui tim untuk mendapatkan yang terbaik. Tiga kelompok terpilih bisa disebut sebagai tim A, tim B dan tim C, diberi kesempatan untuk maju ke depan kelas untuk melakukan suatu lomba cerdas cermat peserta yang lain sebagai penontonya.

Dalam LCC peserta didik dilatih sportif, patuh aturan dan ditanamkan tanggung jawab dan kejujurannya. Ibarat sebuah perlombaan, melibatkan peserta didik untuk beberapa tugas dalam LCC. Ada lima peserta didik yang bisa dipilih sebagai panitia dengan pembagian tugas berbeda. Adapun pembagian tugas yang bisa melibatkan peserta didik antara lain, 1) pembawa acara, 2) kedua pembaca kuis, 3) pengatur waktu, 4) juri (ada dari peserta didik dan guru), dan 5) pencatat nilai. LCC yang akan disajikan dalam kelas dibagi dalam tiga babak yaitu, babak 1 pertanyaan wajib, babak 2 pertanyaan lemparan, babak 3 pertanyaan rebutan. Melalui LCC akan diketahui pemenangnya siapa yang meraih peringkat pertama, kedua dan ketiga. Tim terbaik diberi penghargaan atau hadiah.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia dengan Gambar Berseri

Melalui LCC banyak manfaat yang diperoleh peserta didik, dengan permainan LCC banyak karakter yang ditumbuhkan dalam pembentukan karakter peserta didik. Banyak pengalaman yang diperoleh peserta didik karena mereka terlibat langsung sebagai pelaku layaknya seperti panitia yang diberi kepercayaan untuk mengelola, mengambil keputusan dan mampu berperan sesuai tugasnya. (gm2/ida)

Guru PPKn SMPN 1 Wonopringgo Pekalongan

Populer

Lainnya