Pohon Pintar Tingkatkan Motivasi Belajar PJOK

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN jasmani adalah proses belajar untuk bergerak,dan belajar melalui gerak. Ciri dari pendidikan jasmani adalah belajar melalui pengalaman gerak untuk mencapai tujuan pengajaran melalui pelaksanaan, aktivitas jasmani, bermain dan olahraga (Mulyanto (2014:34 ). Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis.
Pada Pembelajaran PJOK kelas 4 SDN Sadeng 02 Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang di masa pandemi Covid-19 ini, anak-anak tetap melaksanakan kebijakan dari pemerintah yaitu belajar dari rumah masing-masing. Konsekuensi yang terjadi dari pelaksanaan pembelajaran tersebut adalah dijumpainya siswa yang tidak senang, bosan, dan kurang aktif belajar dalam pembelajaran PJOK.

Sesuai dengan Kompetensi Dasar dalam Kurikulum PJOK di Sekolah Dasar, salah satunya adalah siswa diharapkan dapat memahami jenis cedera dan cara penanggulangannya secara sederhana saat melakukan aktivitas fisik dan dalam kehidupan sehari-hari. Penulis selaku guru PJOK di SDN Sadeng 02 mencoba strategi pembelajaran dengan sistem interaktif sederhana pada materi cedera dan penanggulannya yaitu dengan menggunakan media “Pohon Pintar”. Pembelajaran materi jenis cedera dan cara penanggulangannya secara sederhana ini merupakan salah satu upaya yang harus diwujudkan. Pengembangan model pembelajaran dengan Pohon Pintar dalam PJOK diharapkan mampu membuat siswa lebih aktif belajar dalam berbagai situasi dan kondisi yang sangat menyenangkan dalam pembelajaran.

Baca juga:   Belajar Lagu Modern Asyik dengan Balado

Media pembelajaran pohon pintar adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai perantara antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien serta mendapat hasil yang optimal. Media pembelajaran pohon pintar dipakai dan dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru. Dimasa pandemi covid-19, perlu kita sadari bahwa guru tidak dapat melaksanakan tatap muka secara langsung kepada anak-anak, belum lagi jika kondisi orang tua siswa di SDN Sadeng 02 kebanyakan belum bisa memfasilitasi anaknya dalam penggunaan hp ataupun komputer secara penuh.

Penggunaan media pohon pintar di kelas 4 SDN Sadeng 02 dapat diaplikasikan pada materi pelajaran 9 tentang Cedera dan Penanggulangannya. Siswa memetakan pengetahuan apa yang mereka peroleh dari guru maupun buku-buku referensi dengan gambar-gambar, kata-kata, maupun panah-panah, sehingga keseluruhan materi dapat termuat dalam media pohon pintar tersebut.
Media pohon pintar dalam pembelajaran materi Cedera dan Penanggulannya ini dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar. Proses pembelajaran PJOK di kelas 4 SDN Sadeng 02 ini menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.

Baca juga:   DD Media Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

Harapan selanjutnya dari penulis setelah melakukan sedikit modifikasi pada pembelajaran materi Cedera dan Penanggulannya ini adalah tujuan serta indikator pembelajaran dapat tercapai, siswa diharapkan aktif dan antusias mengikuti pembelajaran PJOK dengan baik, serta mendapatkan nilai diatas KKM. Penulis berharap kepada guru PJOK lainnya agar menerapkan modifikasi pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih senang dan memotivasi siswa meskipun hal-hal tersebut bersifat sederhana dan hanya sedikit sentuhan. Akhir kata, semoga hasil belajar siswa yang meningkat itu dapat membawa kearah olahraga prestasi. (ips1/zal)

Guru PJOK SDN Sadeng 02, Kota Semarang

Populer

Lainnya