Asiknya Belajar Bela Negara dengan Picture and Picture

Oleh : Ida Yuliani, S.Pd, M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan NKRI. Dalam mendidik siswa setiap guru harus bisa memilih metode yang sesuai dengan materi. Karena penggunaan metode merupakan bagian daya tarik siswa mengikuti pembelajaran secara aktif, kreatif, inovatif dan tujuan pembelajaran akan tercapai secara maksimal. Menurut Hamzah (2006) belajar merupakan suatu proses yang sistematis yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan anak didik. Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi yang diperkuat. Tujuannya untuk memperoleh dan meningkatkan tingkah laku manusia dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap positif serta berbagai kemampuan lain.

Kenyataan yang dijumpai dalam proses pembelajaran PPKn kelas sembilan semester genap di SMP Negeri 2 Ulujami KD Mendukung konsep Bela Negara dalam kontes NKRI, dengan materi bela negara belum mampu mencapai hasil yang maksimal. Kekurangberhasilan itu dimungkinkan metode pembelajaran cenderung membosankan kurang menarik, statis dan sebagainya. Maka penulis berusaha memberikan alternatif pemecahan masalah dengan metode pembelajaran picture and picture.

Menurut Ahmadi (2011) picture and picture adalah metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Picture and picture ini berbeda dengan media gambar. Media yang digunakan berupa gambar yang belum disusun secara berurutan dan yang menggunakannya adalah siswa. Sedangkan metode gambar, media yang dipakai berupa gambar utuh yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Penyusunan gambar oleh siswa pada metode picture and picture, dapat membantu siswa dalam memahami konsep materi serta melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis.
Prinsip dasar dalam pembelajaran picture and picture adalah satu, setiap anggota kelompok atau siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. Dua, setiap anggota kelompok harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama. Tiga, setiap anggota kelompok harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya. Empat, setiap anggota kelompok akan dikenai evaluasi. Lima, setiap anggota kelompok berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. Enam setiap anggota kelompok atau siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Baca juga:   Ciptakan Pengalaman Belajar IPS yang Bermakna dengan Metode Portofolio

Ketika melaksanakan pembelajaran picture and picture guru diharuskan memperhatikan langkah-langkah dengan konsisten. Pertama yang dilakukan adalah guru menyampaikan KD indikator dan tujuan mempelajari materi bela negara, kedua guru menayangkan salah satu cuplikan gambar dari internet dan mengajak siswa untuk diskusi dalam rangka memberikan gambaran umum mengenai materi bela negara. Tiga guru menunjukkan gambar-gambar peristiwa dari internet kepada siswa. Guru juga memberi kesempatan pada siswa untuk membawa sendiri gambar-gambar yang diperlukan adapun tema dari gambar yang dipersiapkan guru yaitu gambar insiden bendera di Surabaya, pertempuran lima hari di Semarang, pertempuran Surabaya 10 November pertempuran Ambarawa, pertempuran Medan area, Bandung lautan api pertempuran Margarana dan pertempuran Bogor.

Empat, membagi kelas menjadi delapan kelompok. Setiap kelompok bertugas untuk menyusun gambar-gambar berdasarkan tema dengan menganalisis. Lima, menanyakan alasan atau dasar penyusunan konsep materi masing-masing kelompok mempresentasikan urutan konsep gambar yang telah disusun dan memberikan argumen beserta analisis dari materi bela negara yang menjadi tugas kelompoknya pada saat satu kelompok mempresentasikan konsep gambarnya kelompok lain atau siswa lain memberikan pertanyaan dan masukan. Enam, berdasarkan ulasan dari masing masing kelompok guru mulai menanamkan konsep dari materi penyebab dan solusi yang diperlukan dan membahas dari delapan kelompok. Tujuh siswa menerangkan hasil diskusi dan penjelasan guru sebagai bahan kesimpulan dari materi bela negara dalam kegiatan ini penulis mencermati bahwa proses pembelajaran begitu antusias mengasyikkan dan menyenangkan.

Baca juga:   Penanaman Budi Pekerti Melalui 5S

Dengan metode pembelajaran picture and picture pelajaran PPKn dengan materi bela negara kelas sembilan semester genap di SMP Negeri 2 Ulujami siswa menjadi aktif kreatif inovatif. Suasana pembelajaran di kelas mengasyikkan dan menjadikan hasil pembelajaran semakin meningkat sesuai harapan. (db2/lis)

Guru PPKn SMP Negeri 2 Ulujami, Kabupaten Pemalang

Populer

Lainnya