Tumbuhkan Motivasi Belajar PPKn dengan TTS

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BEBERAPA faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa disebabkan salah satunya kurang antusiasnya siswa dalam mengikuti pelajaran tersebut. Rendahnya hasil belajar siswa bisa diartikan sebagai kurang efektifnya proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam pembelajaran kadang kurang bervariasi dan tidak menarik, sehingga siswa cepat merasa bosan dan cenderung pasif dalam mengikuti pembelajaran. Kita ketahui bahwa anak usia sekolah dasar masih kental dengan dunia bermain. Kondisi tersebut juga terjadi pada peserta didik kelas III SDN Tlogopandogan 1. Rendahnya motivasi belajar peserta didik ditengarai sebagai penyebab rendahnya hasil belajar pada materi PPKn. Tentu saja ini permasalahan pembelajaran yang perlu dipecahkan oleh guru.

Untuk meningkatakan motivasi belajar peserta didik, salah satu alternatif pemecahannya yaitu dengan metode permainan. Permainan TTS (teka-teki silang) menjadi salah satu pilihan metode pembelajaran yang dapat diterapkan di dalam kelas. Menurut (Susilaningsih, 2009) TTS merupakan tehnik pembelajaran siswa yang lebih menarik karena mengandung unsur permainan, hiburan dan dapat dilakukan secara santai dengan berbagai variasi. TTS juga dapat mengembangkan intuisi siswa untuk berupaya memahami lebih banyak kosakata karena adanya unsur tantangan yang menimbulkan rasa penasaran. Dengan demikian, selain dapat meningkatakan perbendaharaan kata, siswa juga dapat memahami secara mendalam materi dan merupakan tehnik mengasah ketajaman berfikir.

Baca juga:   Penggunaan Youtube dalam Pembelajar Hak Asasi Manusia

Pembelajaran dengan media berbantuan TTS dimulai dengan guru menyampaikan materi PPKn tentang hak dan kewajiban. Sesekali guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau menanyakan materi yang belum dipahami. Cara pengaplikasian TTS sebagai media pembelajaran yaitu guru mendemonstrasikan terlebih dahulu permainan teka-teki silang kepada peserta didik di depan kelas, kemudian memberitahukan cara memainkannya. Guru menampilkan teka-teki silang di depan kelas. Pertanyaan mendatar dan menurun teka-teki tersebut diambilkan dari teks bacaan hak dan kewajiban dari buku siswa. Peserta didik diajak berpartisipasi dalam mengerjakan TTS tersebut dengan cara acak atau pun tunjuk jari.

Selain mengisi TTS, siswa juga diminta untuk membuat TTS secara berkelompok. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Guru memberikan teks bacaan kepada setiap kelompok dan memandu kelompok dalam pembuatan TTS. Setiap kelompok membuat teka-teki silang dengan penomoran, yakni 10 soal mendatar dan 10 soal menurun. Setelah masing-masing kelompok selesai membuat teka-teki silang sesuai dengan bacaan, lalu TTS tersebut ditukarkan dengan kelompok lain. Selanjutnya, tiap-tiap kelompok menjawab TTS kelompok lainnya. Waktu yang diberikan untuk menjawab soal yakni 20 menit. Bagi kelompok yang menjawab benar semua atau benar lebih banyak akan mendapatkan apresiasi dari guru. Permainan ini memberikan gairah belajar yang menantang bagi peserta didik. Mereka akan berlomba-lomba menjawab TTS dari kelompok lain. Dengan membuat soal TTS, secara tidak langsung peserta didik membaca kembali materi yang telah diajarkan.

Baca juga:   Menjadi Pendidik yang Humanis

Diakhir pembelajaran guru memberikan evaluasi dan penguatan serta bersama-sama menyimpulkan materi yang sudah dipelajari. Proses belajar mengajar dengan berbantuan TTS ternyata dapat meningkatakan motivasi peserta didik kelas III SD Negeri Tlogopandogan 1 Kecamatan Gajah Kabupaten Demak dalam memahami materi hak dan kewajiban pada mata pelajaran PPKn. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya aktivitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Selain itu hasil evaluasi diakhir pembelajaran menunujukkan hasil belajar peserta didik meningkat dari yang sebelumnya. (ips1/zal)

Guru SDN Tlogopandogan 1, Demak

Populer

Lainnya