Mudah Menyelesaikan Soal Cerita Tanpa Zig Zag

spot_img

RADARSEMRANG.ID, PENDIDIKAN adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik, menuju masa depan yang dicita citakan. Pendidikan merupakan bekal untuk mengejar semua apa yang diinginkan oleh seseorang dalam hidup. Logikanya semua yang diimpikannya akan sulit diwujudkan, jika orang tersebut tidak berpendidikan., baik pendidikan formal maupun non formal.. Pendidikan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan diri, mental, pola pikir dan juga kualitas diri seseorang.

Ilmu Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang paling bermanfaat dalam kehidupan manusia. Hampir setiap bagian dari hidup kita mengandung matematika sehingga anak-anak membutuhkan pengalaman yang tepat untuk bisa menghargai kenyataan bahwa matematika adalah penting untuk masa depan . Bahkan semua cabang ilmu membutuhkan logika berpikir. Oleh karena itu model pembelajaran matematika yang baik haruslah dapat membentuk logika berfikir bukan sekedar pandai berhitung. Berhitung dapat dilakukan dengan alat bantu seperti kalkulator, komputer, dll namun dalam menyelesaikan masalah perlu logika berfikir dan analisis.

Matematika itu pada dasarnya mengajarkan logika berfikir berdasarkan akal dan nalar. Matematika bersifat abstrak dan tidak nyata karena terdiri atas simbol-simbol. Sehingga secara natural model pembelajaran matematika yang baik adalah secara nyata dengan melihat, merasakan, dan melakukan dengan tangan para siswa sendiri. Atau secara konsep bisa diajarkan dengan cara dilihat, dipegang dan dimainkan, digambar, diucapkan, lalu ditulis.

Baca juga:   Pembelajaran IPS secara Daring dengan Model ITM

Pembelajaran matematika sebaiknya dimulai dengan mengangkat kejadian yang di alami dalam kehidupan sehari hari yang kemudian disederhanakan dalam bentuk soal cerita. Kemudian soal cerita tersebut dibuat model matematika dengan menggunakan simbol simbol tertentu. Simbol simbol dalam matematika sering disebut variabel atau peubah. Simbol simbol tersebut akhirnya memjadi kalimat terbuka/matematika. Setelah menjadi kalimat terbuka maka permasalahan tersebut dapat diselesaikan.

Contoh: Bu Susi membeli 2 celana panjang dan 5 kemeja seharga Rp. 410.000,. Sedangkan harga 3 celana panjang dan 2 kemeja Rp. 340 000,. Berapa harga sebuah celana panjang dan 2 buah kemeja ?
Soal tersebut dapat diselesaikan dengan cara tanpa zig zag. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, zig zag artinya berliku-liku. Soal tersebut dapat diselesaikan dengan cara memisalkan celana panjang = x dan kemeja = y. Kemudian disusun kalimat matematikanya yaitu 2x + 5y = 410 000 dan 3x + 2y = 340 000 dan ditanya x + 2y = ?

Berdasarkan nilai tugas dan ulangan harian yang dikumpulkan siswa kelas VII SMPN 1 Kesesi, ternyata cara yang runtut dapat meningkatkan nilai pada materi aritmatika sosial khususnya soal cerita. (on1/zal)

Baca juga:   Kendala Pembelajaran Matematika dengan Metode Daring

Guru Matematika SMPN 1 Kesesi

Populer

Lainnya