Implemetasi Silogisme pada Materi Algoritma Pemrograman Dasar

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BAHASA merupakan wahana komunikasi, logika merupakan pola pikir. Sementara matematika berperan dalam pola pikir deduktif, dan statistika berperan pada pola pikir induktif. Logika adalah hasil dari pertimbangan pikiran manusia yang selanjutnya diekspresikan melalui bahasa.
Aristoteles mengatakan bahawa logika adalah ajaran tentang berpikir secara ilmiah, membicarakan bentuk pikiran itu sendiri dan hukum-hukum yang menguasai pikiran. Logika sangat penting dipelajari dari semenjak kecil untuk mengembangkan pemikiran aak sehingga terbiasa untuk berpikir secara logis dalam menguasai masalah yang dihadapi.

Dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Sayung Kelas X jurusan Rekayasa Perangkat Lunak khususnya mata pelajaran Pemrograman Dasar. Siswa disuguhkan materi Algoritma dalam pembahasan awal. Hal ini karena pemrograman dasar mempelajari sejarah bahasa program yang di dalamnya terdapat sejarah Algoritma yang terdapat pembahasan tentang logika. Selama ini. Algoritma selalu identik dengan mata pelajaran matematika. Padahal di dalam pelajaran bahasa Indonesia SMK juga ada materi yang mempelajari tentang logika yaitu materi tentang Silogisme. Silogisme membahas tentang pengambilan keputusan. Hal tersebut sejalan dengan materi yang ada pada mata pelajaran Pemrograman Dasar, sebab materi Algoritma juga merupakan pengambilan keputusan untuk menyelesaikan suatu masalah.

Baca juga:   Babak Baru Sekolah Menengah Kejuruan

Logika pada pemograman dasar harus diterapkan dari awal pembelajaran, karena dengan logika siswa diharapkan dapat memahami dari masalah yang akan dihadapi. Masalah yang dimaksud adalah masalah dalam pembuatan program. Dalam hal ini dasar dari ilmu Rekayasa Perangkat Lunak adalah salah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan dan managemen organisasi pengembangan perangkat lunak dan manajemen kualitas. Pembangunan (build-up) suatu aplikasi dimulai dari analisis sistem, desain sistem, pengkodean, pengujian sistem, dan maintenance. Proses-proses tersebut membutuhkan sarana bahasa dalam rangka mengenali dan merumuskan kode-kode tertentu yang saling berkesinambungan agar sebuah aplikasi dapat dibangun secara utuh.

Berdasarkan tahapan pembuatan suatu sistem aplikasi, yang pertama adalah analisis. Siswa diharuskan paham tentang sistem bekerja dan untuk apa sistem aplikasi itu diterapkan. Seorang programer dalam hal ini, siswa SMK Negeri 1 Sayung jurusan Rekayasa Perangkat Lunak yang merupakan calon programmer harus memahami dari dasar yaitu ilmu tentang logika. Hal tersebut bisa dipenuhi dengan adanya komunikasi dan kerjasama antara guru bahasa Indonesa dan guru produktif sehingga dapat membimbing siswa dapat mengembangkan cara berpikir secara logis.

Baca juga:   Kembangkan Keanekaragaman Budaya Sendiri dengan Bahasa Jawa

Pada saat siswa mempelajari Silogisme pada mata pelajaran bahasa Indonesia, siswa diarahkan dapat memahami secara utuh materi Silogisme yang didapatkan. Hal tersebut menjadi penting, berkenaan dengan pemahaman siswa saat pembelajaran pemrograman dalam mata pelajaran produktif. Selanjutnya, siswa diharapkan dapat mengembangkan materi yang didapatkan di mata pelajaran bahasa Indonesia, sehingga siswa dapat menerapkan ilmu terapan dari mata pelajaran lain yang diajarkan di sekolah. Dengan begitu, upaya untuk mendekonstruksi logika siswa dapat berjalan baik, sehingga berimplikasi pada pemahaman dan pembacaan pola yang tepat dalam konstruksi pemrograman suatu aplikasi. Secara lebih umum, dapat melihat suatu hal secara holistik dengan memahami tanda-tanda dan pola bahasa yang ada. (on2/ida)

Guru Rekayasa Perangkat Lunak SMKN 1 Sayung Demak

Populer

Lainnya