Tingkatkan Hasil Lompat Jauh dengan Manfaatkan Ban Bekas

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN dalam bentuk modifikasi permainan sangatlah diperlukan. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan/olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportivitas, jujur kerjasama, dan lain-lain) dari pembiasaan pola hidup sehat. Hal ini untuk menjawab tantangan kurikulum 2013 dimana seorang guru dituntut mampu melaksanakan pembelajaran yang kreatif, efektif dan inovatif.

Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosional dan sosial. Aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdik-metodik, sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Melalui pendidikan jasmani diharapkan siswa dapat memperoleh berbagai pengalaman untuk mengungkapkan kesan pribadi yang menyenangkan, kreatif, inovatif, terampil, meningkatkan dan memeliharan kesegaran jasmani serta pemahaman terhadap gerak manusia.

Dari pengalaman penulis dalam memberikan pembelajaran lompat jauh kepada peserta didik selama ini, sebagian besar peserta didik sulit melakukan rangkaian gerakan lompat jauh, meski penulis sudah berupaya membimbing peserta didik dalam memahami gerakan lompat tinggi dengan berbagai media, baik media tulis maupun video pembelajaran. Banyak peserta didik masih takut melaksanakan gerakan lompat jauh dan efeknya masih banyak peserta didik yang nilainya tidak memenui KKM. Munculnya permasalahan dalam pembelajaran lompat jauh tersebut dimungkinkan karena media dan metode pembelajaran yang digunakan kurang menarik minat peserta didik. Bahkan, peserta didik kurang diberi kesempatan mengungkap kemampuannya, kurang diberi kebebasan berpikir kritis, berkreasi, dan berinovasi.

Baca juga:   Kiat Menuju Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Setelah dilakukan analisa terhadap proses pembelajaran lompat jauh, ternyata sebagian besar peserta didik takut akan papan tolakan yang digunakan sebagai media pembelajaran. Mereka khawatir, kakinya bisa cidera. Meski sebetulnya tidak akan terjadi jika dilakukan dengan teknik yang baik dan benar.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, penulis melakukan modifikasi untuk mensiasati tingkat keberhasilan peserta didik dalam melakukan rangkaian gerakan lompat jauh yang baik dan benar. Modifikasi yang diterapkan penulis, dengan memberikan rangsangan berupa ban bekas sepeda motor untuk melatih kemampuan lompat peserta didik saat melakukan rangkaian gerakan lompat jauh. Ban bekas yang disusun tersebut akan digunakan sebagai media latihan lompat dengan satu kaki.

Penulis juga menerapkan pendekatan bermain untuk meningkatkan kemampuan dan kemauan peserta didik di SMAN 1 Kendal untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Penulis menggunakan pendekatan bermain dengan menerapkan salah satu permainan tradisional lompat tali dalam pembelajaran. Pada hakikatnya, permainan lompat tali ini bisa dijadikan dasar gerakan untuk melakukan gerakan lompat jauh. Dengan begitu, tanpa sadar menerapkan pendekatan bermain anak tahap awalan materi lompat jauh. Bahkan, tanpa disadari, penulis telah menciptakan model pembelajaran yang menarik dan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi lompat jauh. Tentu, anak lebih aktif dan mau bergerak. Hasil akhir yang didapat peserta didik lebih bisa dipertanggungjawabkan. Sekali lagi, susasana pembelajaran menarik dan inovatif bisa terealisasikan hanya dengan momodifikasi alat peraga tersebut. (dar1/ida)

Baca juga:   Pembiasaan Sejam Media Music Remix Tingkatkan Kesehatan Siswa

Guru Penjasorkes SMAN 1 Kendal

Populer

Lainnya