Menulis Mengikuti Pedoman EYD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GURU mempunyai fungsi membimbing, melatih, mendidik, siswanya agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang mempunyai karakter, kecakapan dan integritas yang baik. Dalam melakukan tugasnya sebagai pendidik, seorang guru harus memberikan kecakan hidup”life skill” terhadap siswa agar bermanfaat dalam kehidupannya. Kecakapan yang diberikana diantaranya untuk rajin melakukan dan mengolah pikir dengan cara menulis. Kegiatan menulis perlu dilakukan pembiasaan agar bisa dilakukan setiap hari. Kebiasaan menulis bukan hanya bakat tetapi perlu dilakukan dengan berlatih secara terus menerus, sekalipun sehari hanya menulis satu lembar saja. Dengan pembiasaan menulis, hasilnya akan baik, dihargai oleh orang lain, bisa masuk dalam media massa, maka bisa menjadikan salahsatu pekerjaan yang menjanjikan

Menulis merupakan salah satu bagian dari empat keterampilan berbahasa yang saling berkaitan, seperti menyimak, membaca, menulis dan berbicara. Menulis bisa disebut juga sebagai tindak lanjut, kelanjutan dari kegiatan membaca. Membaca dapat disebut sebagai input masukan informasi yang di proses di otak, sedangakan kegiatan menulis sebagai outputnya pengeluran ide-ide dan gagasan melewati media tulisan. Ide-ide dan gagasan tersebut dihasilkan dari kegiatan membaca. Dengan kata lain, aktvitas membaca adalah sebuah upaya menambah perbedaharaan pikiran sebelum kita menariknya secara khas dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu seseorang tidak akan dapat menulis dengan baik jika tidak diawali dengan kegiatan membaca terlebih dahulu.

Menulis bagi sebagian besar orang dianggap hal yang sangat rumit dan sulit. Begitupun bagi kalangan akademik termasuk para siswa itu sendiri beranggapan sama, bahwa menulis adalah hal yang rumit. Tidak heran, jika masih banyak siswa yang tidak pandai menulis, bahkan guru pun mengalami hal yang sama, banyak yang tidak mampu menulis dengan baik. Bagi seorang yang ingin menjadi penulis harus memiliki bekal yang cukup. Bukan sekadar semangat, namun pengetahuan terhadap cara menulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta berpedoman pada EYD (Ejanaan Yang Disempurnkan) harus dikuasai. Sehingga karya yang dihasilkan akan terlepas dari penilaian buruk karena mahir dalam penggunaan bahasa dalam tulisan. Dengan demikian, pengetahuan terhadap EYD memiliki peran penting bagi setiap orang yang ingin menjadi penulis profesional.

Baca juga:   Independent Awareness Training Tingkatkan Kemampuan Menulis Naskah Pidato

Menulis untuk menghasilkan karya yang baik harus mengetahui tata cara penulisan yang baik dan benar menurut pedoman EYD. Kadang orang menulis artikel atau tulisan ilmiah lainya kurang memperhatikan pedoman ejaan bahasa, maka hasilnya menurut kaidah bahasa kurang baik. Memahamai tatacara penulisan yang benar bukan karena otodidak atau karena bakat, namun perlu melakukan pembelajaran baik secara formal atau non formal. Bahkan jika ingin seorang penulis yang profesioanal bisa belajar melalui bidang jurnalistik.

Ada banyak cara untuk melakukan penulisan yang baik dan benar berdasarkan EYD seperti yang diterapkan di SMPN 3 Bandar, misalnya cara penulisan kalimat, Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Penulisan huruf, kata, kalimat, tanda baca harus diperhatikan, bagi yang tidak mengetahui tatacara penulisan yang benar menurut EYD yang penting bisa dibaca secara jelas kurang memperhatikan kaidah bahasa, namun dalam karya ilmiah harus memperhatikan pedoman dan kaidah bahasa yang benar. Oleh karena itu menulis perlu dilakukan dan dibiasakan dalam keseharian.

Baca juga:   Pameran Hasil Karya Siswa Akuntansi,  Apa Ya?

Ada beberapa langklah dalam menulis yang menarik, diantaranya memilih topik yang menarik, topik inilah yang nanti kita kembangkan menjadi tulisan kita. Tetapi seringkali kita malah kesulitan memilih topik yang akan kita kembangkan. Sebuah tulisan yang menarik memang biasanya membawa topik yang baru, masih hangat, dan belum banyak dibahas. Memakai judul yang ringkas, dibuat dengan ringkas mudah dipahami dan orang tertarik untuk membaca isinya, judul tidak terlalu panjang dan kalimat yang kurang bermakna. Mengggunakan subtitle, ini bisa membantu untuk memudahkan mengembangkan isi dan memudahkan pembaca dalam memahmi dan melajutkan bacaan berikutnya. Menyertakan gambar pada tulisan, Agar tulisanmu lebih menarik dan tidak monoton, boleh menyertakan gambar atau ilustrasi pada tulisanmu. Menyertakan kutipan, bisa ditulis dalam format italic atau dengan menggunakan medium style, sehingga kelihatan menarik. Menyertakan table, untuk memberikan kejelasan pada tulisan atau data yang dibuat maka perlu dikuatkan dengan menjukan table. (dj2/zal)

Guru SMPN 3 Bandar

Populer

Lainnya