Video Permudah Menulis Teks Ekplanasi dalam Pembelajaran Secara Daring

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BAHASA Indonesia merupakan mata pelajaran wajib pada berbagai jenjang pendidikan. Dalam Kurikulum 2013, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai penghela dan pembawa pengetahuan. Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam penerapannya berbasis teks, baik teks tulis maupun teks lisan.

Menurut Kurikulum 2013, ada beragam teks yang diberikan pada pelajaran Bahasa Indonesia. Masing-masing teks memiliki tingkat kesulitan yang berbeda sesuai dengan jenjang kelas di SMP, yaitu Kelas VII, VIII, dan IX. Diharapkan siswa dapat menguasai setiap jenis teks yang dipelajari, baik dari segi struktur maupun kebahasaanya yang dikonkretkan dalam penguasaan kompetensi pengetahuan dan keterampilan.

Teks Eksplanasi, salah satunya. Materi ini diberikan di SMP kelas VIII Semester 2. Teks eksplanasi tergolong genre faktual. Di dalamnya dijumpai sejumlah fakta yang dapat memperluas wawasan, pengetahuan, dan keyakinan pembaca atau pendengarnya (Kosasih, 2016:178). Teks ini ditulis berdasarkan fakta-fakta yang terjadi. Isinya berupa proses/fenomena alam, sosial, dan budaya. Fungsi fakta dalam teks tersebut untuk menjelaskan sekaligus meyakinkan tentang kejadian yang sedang terjadi yang nantinya dituangkan pada teks eksplanasi.

Pembelajaran menulis, khususnya pada materi Teks eksplanasi di kelas VIII Semester 2 di SMPN 29 Semarang, menurut pantauan penulis hasil capaiannya kurang memuaskan, terbukti dengan masih sedikitnya jumlah paragraf yang mampu dikembangkan oleh siswa, minimnya kata-kata teknis (istilah), juga alur penulisan yang masih kurang teratur, padahal teks ini menggunakan alur kausalitas (sebab-akibat) dan kronologis (urutan waktu), yang sebenarnya tidak sulit jika siswa mampu mengingat peristiwa yang akan ditulis secara urut dan lengkap. Hal ini berdampak kurang maksimalnya hasil menulis teks eksplanasi.

Baca juga:   Belajar Ekosistem, Ajak Siswa ke Kebun

Menyikapi permasalahan tersebut, penulis mengatasinya dengan menggunakan bantuan media pembelajaran berupa video.

Mengapa video? Karena video sebagai salah satu media pembelajaran memiliki fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris (Arsyad, 2003). Fungsi atensi video yaitu dapat menarik perhatian dan mengarahkan konsentrasi audiens pada materi. Fungsi afektif yaitu mampu menggugah emosi dan sikap audiens. Fungsi kognitif dapat mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang.

Sedangkan fungsi kompensatoris adalah memberikan konteks kepada audiens yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikanan dan mengingat kembali informasi yang telah diperoleh. Dengan demikian media video dapat membantu siswa yang lemah menangkap suatu pesan menjadi mudah dalam menerima dan memahami informasi karena video mampu mengkombinasikan antara visual (gambar) dengan audio (suara).

Film dan video merupakan pengganti alam sekitar bahkan dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat, dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat langsung (Arsyad,2013). Dengan kata lain video dapat membantu tercapainya efektivitas pembelajaran serta dapat merangsang minat belajar siswa lebih mandiri.
Di era pandemi COVID-19 ini, SMPN 29 Semarang sudah memulai pembelajaran secara daring sejak pertengahan bulan Maret 2020. Mengingat protokol kesehatan khususnya physical distancing, tidak memungkinkan guru dan siswa bertatap muka secara langsung, maka dilaksanakan secara daring.

Baca juga:   Pemanfaatan Geogebra dalam Pembelajaran Matematika di SMP

Dalam pembelajaran secara daring, guru menyampaikan materi menulis Teks Eksplanasi melalui google classroom ditunjang whattshap sebagai media komunikasi. Siswa diberi rangkuman materi tentang struktur teks dan kebahasaan sebagai pengantar dan video tentang fenomena alam dengan beberapa tema pilihan. Kemudian siswa ditugasi menulis teks eksplanasi sesuai tema pilihannya, mereka diizinkan membuka kamus jika menemukan istilah-istilah yang dirasa sulit.

Dengan perlakuan tersebut, siswa dapat menulis Teks Eksplanasi dengan paragraf yang lebih berkembang, alur yang runtut, dan pilihan kata teknis (istilah) yang lebih beragam. Terbukti video mampu membantu siswa menulis teks eksplanasi dengan lebih mudah dan efektif. (ips1/zal)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 29 Semarang

Populer

Lainnya