Strategi Gulingtar dapat Meningkatkan Belajar IPA

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Lingkungan adalah sesuatu gejala alam yang ada di sekitar kita, dimana terdapat interakasi antarfaktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup). Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku. Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku dan merupakan faktor yang penting. Pembelajaran IPA dapat dialami dalam kehidupan sehari–hari.

Dalam proses pembelajaran selanjutnya guru menggunakan pendekatan saintific dengan strategi Gunakan Lingkungan Sekitar (Gulingtar). Hal ini sehubungan petunjuk dalam buku guru bahwa guru IPA harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas didukung dengan lokasi sekolah adalah Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota dan menuju ke Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi.

Sehubungan dengan penjelasan di atas maka penggunaan stategi Gulingtar (Gunakan Lingkungan Sekitar) dalam pembelajaran IPA sangatlah sesuai untuk alternatif kegiatan belajar sehari – hari. Berikut adalah langkah-langkah untuk pembelajaran strategi Gulingtar dalam pembelajaran IPA : 1) Pendahuluan : merupakan kegiatan awal untuk mendapatkan kegiatan belajar secara efektif, misalnya: a) memeriksa kehadiran peserta didik; b) Menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik; c) Menciptakan suasana belajar yang yang kondusif. 2) Kegiatan inti : merupakan kegiatan yang meliputi : a) Mengamati yaitu membaca, Mendengar, menyimak, melihat segala yang ada di lingkungan sekitar dengan atau tanpa alat; b) Menanya yaitu membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui dari lingkungan sekitar; c) Mengumpulkan informasi yaitu mengumpulkan data dari lingkungan melalui angket; d) Mengasosiasikan yaitu mengolah informasi yang sudah dikumpulkan, menganalisis data membuat kategori; e) Mengkomunikasikan yaitu menyajikan laporan dalam laporan tertulis; dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan. 3) Kegiatan penutup : Dalam kegiatan penutup yang harus dilaksanakan pengajar dalam hal ini adalah : a) Bersama-sama dengan peserta didik menbuat rangkuman atau simpulan pelajaran; b) Melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; c) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; d) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; e) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Baca juga:   Belajar IPA Sistem Blended Learning Pasca Pandemi Covid-19

Strategi Berbantuan Lingkungan Sekitar merupakan cara untuk memotivasi belajar siswa agar lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran yang sedang berlangsung tanpa mengeluarkan biaya yang besar. Dari uraian langkah–langkah pembelajaran dengan strategi Gulingtar tersebut diatas peserta didik akan termotivasi dan tertarik dalam setiap kegiatan belajarnya dan strategi Gulingtar dapat menjadi salah satu alternatif bagi pengajar dalam menyampaikan materi belajar bagi peserta didik khususnya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. (ips1/ton)

Guru SMP Negeri 15 Surakarta

Populer

Lainnya