Mudah Pahami Sifat Bangun Ruang dengan Metode Kartu Sortir

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan mata pelajaran yang perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar (SD). Ini untuk memberi bekal kemampuan berpikir kritis, logis, analitis, sistematis, dan kreatif serta kemampuan untuk bekerja sama. Menurut Irianti (2009:46), selama ini siswa beranggapan mata pelajaran matematika itu sulit, membosankan bahkan menakutkan. Bahkan menurut Suryanto (2000:19), salah satu kesulitan siswa dalam mempelajari matematika disebabkan karena objek kajian matematika yang abstrak.

Demikian juga yang terjadi di SDN Pleburan 03 Semarang kelas 5 materi sifat-sifat bangun ruang. Sebagian siswa merasa kesulitan dalam memahaminya. Oleh karena itu, penulis menggunakan Group Investigation (GI) yang termasuk dalam salah satu model pembelajaran kooperatif menggunakan metode kartu sortir dengan harapan supaya siswa terbiasa berpikir kritis untuk menyelesaikan permasalahan melalui kegiatan diskusi. Dengan begitu, siswa berani bertanya dan mengungkapkan pemikirannya yang akhirnya timbul pemikiran yang lebih luas. Strategi belajar memilah dan memilih kartu (kartu sortir) bertujuan mengungkapkan daya ingat terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa. Adapun alasan penulis menggunakan kartu sortir karena guru akan mudah menguasai kelas. Kegiatan ini mudah dilaksanakan, guru mudah mengorganisir kelas, dapat diikuti oleh siswa yang jumlahnya banyak, guru mudah menerangkan dengan baik, siswa lebih mudah mengerti tentang materi yang diajarkan, siswa lebih antusias dalam pembelajaran dan yang penting adalah sosialisasi antara siswa lebih terbangun yakni antarsiswa jadi lebih akrab.

Baca juga:   Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa SD melalui Pendekatan Matematika Realistik

Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan yaitu dalam kegiatan eksplorasi, guru bertanya jawab dengan siswa tentang bentuk-bentuk bangun ruang dan bangun datar yang ada di sekitar ruang kelas. Kemudian guru memberikan penjelasan tentang pengertian dan perbedaan antara bangun ruang dan bangun datar. Berlanjut dalam kegiatan elaborasi, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok akan mendapatkan satu permasalahan dan satu set kartu kosong yang terdiri dari kartu identifikasi, rumus, pengerjaan serta kesimpulan. Setiap kelompok akan mengerjakan masing-masing kartu serta mengurutkan langkah-langkah pengerjaannnya dari permasalahan yang telah didapat. Pada langkah konfirmasi, masing-masing kelompok diminta menjelaskan tentang penyelesaian masalah berupa kartu-kartu yang telah disusun dan soal telah dikerjakan. Guru dan siswa sama-sama mengoreksi jawaban dan pernyataan yang telah dikemukakan siswa, agar siswa mendapat jawaban yang sebenarnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa metode kartu sortir dengan menggunakan media kartu dalam praktik pembelajaran, akan membantu siswa dalam memahami pelajaran dan menumbuhkan motivasi mereka dalam pembelajaran. Dalam penerapan metode kartu sortir, guru hanya berperan sebagai fasilitator, yang memfasilitasi siswanya dalam pembelajaran. Sementara siswa belajar secara aktif dengan fasilitas dan arahan dari guru. Strategi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi bersama teman yang lain berdasarkan kategori kelompoknya. Maka secara tidak langsung guru telah membantu siswa untuk berpartisipasi, sekaligus mengembangkan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Dengan banyak aktivitas belajar yang bagus, maka prestasi belajar juga akan baik. (ips1/ida)

Baca juga:   Project Based Learning dalam Pembelajaran IPA

Guru SDN Pleburan 03 Semarang

Populer

Lainnya