Belajar Sejarah Lebih Mudah melalui Bagan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Keseharian di sekolah merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi siswa karena mereka dapat bebas bermain dan bertemu dengan teman-temannya. Tetapi menjadi hal yang menyedihkan dan menakutkan ketika mereka harus selalu dalam keadaan tertekan di kelas untuk mendengarkan dan selalu mengerjakan tugas-tugas materi yang kurang disukai.

Hal ini menjadi masalah yang sering dirasakan guru dan berusaha untuk mencari jalan keluarnya. Kita membutuhkan media yang dapat menjadi jembatan dalam penyampaian materi sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan materi dapat dengan mudah diserap oleh peserta didik (kompasiana, 16 Februari 2015). Menurut B.J.Enright (1972) media adalah cara-cara untuk memperoleh, memproses atau menyusun kembali cara pandang dan dengar atau gabungan cara pandang dan dengar dengan cara grafik, fotografik, elektronik ataupun cara mekanik.

Berdasarkan pengamatan penulis, pembelajaran materi IPS di SMPN 4 Pekalongan khususnya materi sejarah selama ini identik dengan menghafalkan. Padahal hafalan dalam waktu singkat mudah dilupakan.

Maka, perlu ada pemanfaatan media, dimana guru dan siswa dapat berinteraksi, saling berkomunikasi begitu pula dengan siswa dan siswa (Ahmad Susanto, 2014:310-311). Salah satu jalan yang ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan pembelajaran ini ialah dengan menggunakan berbagai media pembelajaran, salah satunya menggunakan media pembelajaran Bagan (docplayer.info/63079169). Pengertian bagan adalah penyajian visual yang menggunakan titik-titik, garis-garis dan gambar-gambar/simbol visual lain dengan sedikit keterangan, agar peserta didik dapat lebih jelas menerima apa yang dimaksudkan oleh guru (Setyasari Sihkabuden, 2005:118).

Baca juga:   Group Investigation Tingkatkan Aktivitas Belajar IPA Kelas 6

Keunggulan Bagan antara lain, satu menerangkan suatu ide/keadaan secara simbolis. Kedua, merangkum suatu keterangan/uraian secara sistematis. Ketiga, memperlihatkan hubungan yang satu dengan yang lain dalam posisi yang tepat. Keempat, memperlihatkan pertumbuhan suatu struktur dengan memakai garis-garis, gambar-gambar atau lambing-lambang. Kelima, bentuknya sederhana. Keenam, hemat biaya/murah. Adapun kelemahan bagan yaitu biasanya data dari bagan banyak sehingga sulit dirangkum, pesannya terlalu singkat sehingga sulit dipahami, dan hanya menekankan pada persepsi indera mata saja.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika para guru akan membuat bagan untuk menjelaskan materi, antara lain : satu, diawali dengan pengumpulan data materi. Dua, merancang bagan yang akan digunakan, usahakan ukuran sama. Tiga, gunakan warna bagan agar lebih menarik juga warna dapat digunakan untuk membedakan maksud materi. Empat, bagan dibuat secara sederhana, tidak perlu meliuk-liuk, cukup bujur sangkar atau persegi. Lima, tulisan dalam bagan berupa konsep, tidak harus rinci dan tidak menggunakan kata-kata yang panjang, misalnya bagan 1 : kerajaan Hindu, bagan 2 : kerajaan Kutai, dari bagan 1 diberi tanda panah ke arah bagan 2 yg artinya kerajaan kutai bagian dari contoh kerajaan Hindu. Keenam, bagan akhirnya menjadi sebuah ringkasan penting materi. Jika bagan ini akan kita gunakan sebagai salah satu media bisa kita jadikan file untuk ditayangkan melalui proyektor di kelas, bisa juga ditempel pada kertas atau flannel untuk dibawa dan ditempel di papan tulis sebagai media untuk penjelasan. Pada saat penayangan bagan, guru sedikit memberikan uraian, untuk menjelaskan alur tanda panah pada bagan, dan siswa cenderung akan memperhatikan bagan karena menarik dan konsep-konsep pada bagan yang tidak panjang akan mudah diingat bukan lagi sebuah hafalan saja. (on2/ton)

Baca juga:   Dampak Positif PTM Terbatas untuk Siswa Sekolah Dasar

Guru mapel IPS di SMPN 4 Pekalongan

Populer

Lainnya