Kecerdasan Buatan Alih Fungsi Tugas Guru atau Alat Bantu Pembelajaran

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Program komputer saat ini dipakai untuk kebutuhan tak terbatas. Sebutlah di bidang pendidikan, kesehatan, astronomi, kelautan, kehutanan, militer, transportasi, dan lain-lain. Termasuk di SMA Negeri 15 Semarang. Nyaris semua aspek kehidupan terbantu oleh teknologi ini. Kecenderungan program komputer saat ini memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. AI adalah bagian dari ilmu komputer yang mendalami pemanfaatan intelijen mesin, pola berpikir, dan kebiasaan manusia.

Perusahaan-perusahaan modern mulai mempergunakan AI pada produk mereka untuk menjadikannya lebih pintar, lebih efisien, dan lebih oke. Tidak lagi terbatas hanya pada sistem keamanan (security system), tapi pada seluruh aspek kehidupan manusia. Misalnya untuk jualan produk, dibikinlah aplikasi atau kuiz yang sebelum join peserta harus mengisi beberapa data pribadi. Kuiz seperti ini banyak di Facebook, dan medsos lain. Dari data yang terkumpul, akan dianalisa kebiasaan setiap orang.

Bagaimana dengan tenaga pengajar kita yang bukan dari jurusan IT? Apakah mereka juga bisa memanfaatkan Kecerdasan Buatan ini untuk menunjang dan berinovasi dalam pembelajaran dikelas secara formal dan menggunakan moda daring? Tenaga pengajar kita harus dipacu untuk mengikuti perkembangan zaman di era digital ini dengan memanfaatkan teknologi sebagai jembatan transfer pendidikan ke peserta didiknya.

Baca juga:   Mengenal Struktur, Fungsi dan Bioproses Mitokondria

Sebenarnya secara tidak sadar tenaga pengajar kita sudah menggunakan kecerdasan buatan ini, dalam kegiatan penilaian sehari-hari, misalnya yang masih suka menggunakan kalkulator untuk mengolah nilai, yang lebih maju lagi menggunakan program spreadsheet untuk merancang dan memasukkan nilai sehingga bisa diketahui capaian kompetensi siswa dan dibuat grafiknya. Sudah banyak program tools/ alat bantu untuk pembelajaran digital yang sudah mempunyai teknologi kecerdasan buatan serta bisa di unduh secara gratis dan dapat dipasang di PC, Laptop maupun Smartphone.

Tools ini sudah mempunyai teknologi kecerdasan buatan misalnya, Moodle merupakan sebuah aplikasi CMS eLearning berbasis website yang dapat mengubah sebuah media pembelajaran offline ke dalam bentuk online (web based). Aplikasi elearning Moodle ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam ruang kelas digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan Moodle, pengajar dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, sekarang Moodle (Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment) juga dapat digunakan melalui aplikasi berbasis Android dan iOS. Google Classroom/Ruang Kelas Google adalah suatu pembelajaran campuran yang diperuntukkan terhadap setiap ruang lingkup pendidikan yang dimaksudkan untuk menemukan jalan keluar dalam membuat, membagikan dan menggolong-golongkan setiap penugasan tanpa kertas, pembuatan dan pemberian tugas bisa dilakukan penyelesaiannya melewati Google Drive. Para murid dapat diundang ke sebuah ruang kelas dengan beberapa cara yaitu melalui basis data lembaga, melalui sebuah kode pribadi yang kemudian dapat ditambahkan di dalam antarmuka murid melalui Sistem Pengelolaan Keterangan Sekolah (School Information Management System). Dan masih banyak lagi alat bantu pembelajaran dengan teknologi kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan para tenaga pengajar untuk lebih inovatif dan menyenangkan. (gml2/ton)

Baca juga:   Cintai Lingkungan dengan ‘Anata’

Guru PD-TIK SMAN 15 Semarang

Populer

Lainnya