Pentingnya Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran IPS

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENERAPAN Kurikulum 2013 mengandung konsekuensi adanya perubahan rumusan materi terutama Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang harus disampaikan kepada peserta didik. Materi IPS dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Dengan adanya perubahan susunan materi yang harus disampaikan, mendorong guru bisa menjadi pribadi yang serba tahu mengingat latar belakang pendidikan guru IPS yang beragam.

Guru IPS di SMP umumnya bukan berlatar belakang pendidikan sarjana guru IPS, namun sarjana pendidikan jurusan sejarah, ekonomi, geografi atau sosiologi. Perlu adanya usaha yang kuat dari guru untuk menemukan, metode yang sesuai dalam pembelaharan IPS, khususnya materi yang berhubungan dengan sejarah.

Kesesuaian metode dengan materi, akan membuka pintu tujuan pembelajaran tercapai. Selama ini dalam pembelajaran sejarah, banyak siswa mengantuk dan diam terpaku seperti kembali ke masa kejadian masa lampau. Ini karena metode ceramah tidak banyak menyediakan ruang bagi siswa untuk turut ambil bagian. Diperparah dengan kurangnya perbendaharaan guru mengenai metode pembelajaran, menjadi kendala dalam mengajarkan materi sejarah.

Baca juga:   Mudahnya Belajar Keragaman Etnik dan Budaya dengan Media Autoplay

Kegiatan belajar bukanlah semata-mata menyampaikan materi pelajaran. Proses belajar hendaknya mengubah cara pandang dan pemahaman setiap siswa dan mampu memiliki empati mengenai perjuangan masa lampau. Setiap mata pelajaran memiliki sasaran dampak yang akan dicapai, IPS mengandung salah satu tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Dengan demikian, hendaknya setelah pembelajaran IPS, meninggalkan rasa yang membelenggu siswa atas kejadian tersebut, sehingga menimbulkan minat lebih dalam lagi untuk mau menggalinya.

Perlu beberapa upaya kuat dan motivasi besar guru untuk mengubah kebosanan siswa menjadi potensi di masa mendatang. Sudah masanya guru mengikat kegiatan belajar mengajar dengan teknologi menjadi barang komplementer agar beriringan dengan keinginan siswa pada era teknologi. Ibarat pedagang harus bisa melihat pangsa pasar agar memenangkan persaingan usaha, begitu juga dengan guru harus bisa berlari dengan kemajuan teknologi dengan memperhatikan dampak positif dan meminimalkan dampak negatifnya. Maka, teknologi harus dikawinkan dengan proses pembelajaran.

Materi pelajaran IPS yang bertemakan sejarah, memerlukan metode yang membawa emosi siswa untuk bersimpati, empati, dan bahagia. Membangkitkan pastisipasi siswa sangat sulit jika menerapkan metode ceramah satu arah. Untuk itu, perlu diperlukan metode diskusi dan bermain peran (Kuper) yang membuat siswa gembira, memahami makna perjuangan dari berbagai daerah berbantuan media kamera dan audio visual (Kavis). Hal ini sangat mudah dipahami oleh siswa, dan menarik keinginan siswa untuk mempelajari lebih dahsyat lagi.

Baca juga:   Belajar Materi Letak dan Luas Benua Asia melalui Audiovisual

Dengan penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar dapat merangsang minat siswa/siswi untuk mau belajar dengan cara kekinian. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pustekkom menghadirkan portal rumah belajar sebagai sahabat guru, siswa/siswi, orangtua untuk belajar lebih menarik dengan cara kekinian, berbagai fitur ditemukan di portal rumah belajar tersebut. (ips1/ida)

Guru IPS SMP Negeri 3 Kandangserang Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya