Model Group Investigation Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BERDASARKAN hasil observasi yang telah dilakukan di kelas IIIb MI WS Kebonrowopucang bahwa hasil belajar pada mata pelajaran tematik masih rendah . Dalam penyajian materi belum mampu menyajikan materi tematik secara menarik, inspiratif dan kreatif. Padahal tehnik pengajaran yang dipilih dan di praktikkan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran sangatlah berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Masih diterapakan pembelajaran dengan pendekatan konvensional yang masih mengacu pada metode caramah dengan tehnik penugasan.

Belum maksimalnya hasil belajar pada mata pelajaran tematik kelas IIIb MI WS Kebonrowopucang Kecamatan Karangdadap, karena ketentuan di sekolah yang menggunakan KKM sama semua maple yaitu 70, padahal karakteristik mapel yang ada bebeda sehingga nilai siswa banyak yabg kurang dari KKM. Untuk itu perlu dilakukan upaya – upaya peningkatan hasil belajar siswa di kelas IIIb MI Walisongo Kebonrowopucang. Salah satunya dengan upaya penerapn model belajar Group Investigation.

Peneliti membidik peningkatan penerapan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Group Investigation pada mata pelajaran Tematik kelas IIIb. Artinya minimal sama dengan KKM bahkan di atasnya dan tidak ada yang di bawah KKM.

Baca juga:   Media Memory Games dalam Pembelajaran Signs and Symbols

Model Group Investigation seringkali disebut sebagai metode pembelajaran kooperatif yang paling kompleks. Hal ini disebabkan oleh metode memadukan beberapa landasan pemikiran, yaitu berdasarkan pandanngan konstruktivisik, democratic teaching,dan kelompok belajar kooperatif.

Group Investigation adalah kelompok kecil untuk menentukan dan mendorong siswa dalam keterlibatan belajar. Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun ketrampilan proses kelompok ( group process skills )

Hasil ahir dari kelompok adalah sumbangan ide dari tiap anggota serta pembelajaran kelompok yang notabene lebih mengasah kemampuan intelektual siswa dibandingkan belajar secara individual.

Pembelajaran Model Group Investigation adalah strategi belajar koopertif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan Investigasi terhadap suatu topik. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Group Investigation (GI) mempunyai fokus utama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik atau objek khusus. Eggen & Kauchak ( dalam Maimunah, 2005 : 21 )

Group Investigasi membantu siswa untuk melakukan investigas terhadap suatu topik secara sistematis dan analistik. Hal ini mempunyai implikasi yang positif terhadap pengemabangan ketrampilan penemuan dan membantu mencapai tujuan. Group Investigasi melatih siswa untuk bekerja secara kooperatif dalam memecahkan suatu masalah. Dengan adanya kegiatan tersebut, siswa dibekali ketramplan hidup ( life skill ) yang berharga dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi guru menerapkan model pembelajaran Group Investigation dapat mencapai tiga hal, yaitu dapat belajar dengan penemuan, belajar isi dan belajar untuk bekerja secara kooperatif.

Baca juga:   Penguatan Karakter Kebangsaan dalam Pembelajaran Aksara Murda dengan Peta Candi Nusantara

Alur pembelajaran Group Investigation yaitu: Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang heterogen. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok yang harus dikerjakan. Guru memanggil ketua ketua kelompok untuk mengambil materi tugas secara kooperatif dalam kelompoknya. Masing masing kelompok membahas materi tugas secara kooperatif dalam kelompoknya. Setelah selesai, masing masing kelompok yang diwakili ketua kelompok atau salah satu anggotanya menyampaikan hasil pembahasannya. Kelompok lain dapat memberikan tanggapan terhadap hasil pembahasannya. Guru memberikan penjelasan singkat ( klarifikasi ) bila terjadi kesalahan konsep dan memberikan kesimpulan. Yang terakhir adalah Evaluasi.

Dengan diterapkan model belajar Group Investigation hasil belajar siswa pada mata pelajaran Tematik Kelas IIIb MI WS Kebonrowopucang meningkat. Penerapan tersebut tentunya didasari ketekunan dan keseriusan guru yang bersangkutan. Peningkatan hasil belajar sesuai yang diharaplkan. (ips1/zal)

Guru MI WS Kebonrowopucang

Populer

Lainnya