Mengenal ASEAN dengan Pembelajaran Make a Match

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran yang wajib dibelajarkan pada setiap jenjang pendidikan. Sejatinya IPS itu adalah ilmu yang ada di sekitar kita. Mulai dari kejadian atau peristiwa masa lampau, lingkungan tempat tinggal dan implikasinya terhadap upaya pemenuhan kebutuhan, interaksi antar individu dalam suatu tempat, dan masih banyak lagi aspek yang masuk dalam kajian IPS.

Keluhan peserta didik pada jenjang pendidikan sekolah dasar terutama pada pembelajaran materi yang memiliki banyak hafalan. Seperti menghafal tahun suatu peristiwa bersejarah, menghafal nama tokoh-tokoh penting, menghafal nam tempat-tempat penting, dan menghafal lokasi suatu tempat di peta. Apakah hal-hal tersebut untuk mengingatnya dengan cara menghafal?

Melihat kaedah diatas, sesungguhnya guru dalam membelajarkan peserta didik dalam berbagai jenjang dapat menghindari hal yang bersifat menghafal. Guru sekolah dasar dalam kegiatan belajar mengajar sedapat mungkin mengemas pola pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang beragam dan kreatif. Karena pembelajaran sebagaimana dikemukakan oleh Gagne, adalah serangkaian kegaiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada peserta didik. Belajar merupakan salah satu cara untuk menambah wawasan dan pengetahuan peserta didik. Segala upaya dilakukan agar peserta didik dapat senang belajar dan tidak merasa bosan. Salah satu inovasi dalam belajar yang baik adalah dengan mengoptimalkan seluruh indra yang dimiliki.

Baca juga:   Pahami Peran Indonesia di ASEAN dengan Reciprocal Learning

Dalam menyampaikan materi mengenal dan mempelajari negara-negara yang ada di ASEAN kelas 6 SD N 3 Cepiring Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal yang sesuai dengan kurikulum 2013 tema “Bumiku” subtema “Bumiku dan Musimnya”, saya menggunakan model pembelajaran Make a Match. Model pembelajaran menurut Joyce & Weil dalam Huda, (2013 : 73), adalah model pembelajaran sebagai rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum, mendesain materi-materi instruksional, dan memandu proses pengajaran di ruang kelas atau di setting yang berbeda.

Di sini saya menyiapkan kartu yang berisi soal dan kartu jawaban tentang materi ASEAN misalnya gambar bendera negara ASEAN, pendiri ASEAN, kenampakan alam yang ada di negara ASEAN, dan masih banyak lagi. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok memegang pertanyaan dan satu kelompok lain memegang kartu jawaban. Setiap siswa yang mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban, kemudian mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal atau kartu jawaban). Mereka asyik mencari pasangan kartu yang sesuai, kegaiatan ini mampu menciptakan suasana aktif dan menyenangkan. Peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.

Baca juga:   Pembelajaran ASEAN Menyenangkan dengan Bermain Peran

Dengan menggunakan model pembelajaran Make a Match, materi pembelajaran yang disampaiakan lebih menarik perhatian siswa, susana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran yang kreatif yang dilengkapi dengan sentuhan metode dan teknik pembelajaran yang inovatif akan dapat membawa peserta didik keluar dari permasalahan banyaknya hafalan. (dar1/ton)

Guru SD Negeri 3 Cepiring Kec. Cepiring Kab. Kendal

Populer

Lainnya