Mudah Memahami Sejarah Perjuangan Diplomasi dengan Makar

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SEJARAH merupakan salah satu mata pelajaran yang penting sebagai sarana penanaman karakter, cinta tanah air, menghargai jasa para pahlawan dan peduli terhadap kemajuan bangsanya. Oleh karena itu, pemerintah mewajibkan siswa belajar sejarah di setiap jenjang sekolah. Fakta di lapangan, guru sering menemui kendala untuk mewujudkannya. Sejarah Indonesia dianggap sebagai salah satu pelajaran yang kurang disukai siswa. Apalagi sebagian guru menyampaikan materi masih konvensional. Kegiatan belajar terasa monoton, membosankan dan akan membuat siswa mengantuk, dikhawatirkan tujuan pembelajaran sulit tercapai, karena siswa kurang antusias untuk mengikuti pembelajaran sejarah. Pameo “Bangsa yang besar bangsa yang mengenal jasa para pahlawannya,” demikian pesan Bung Karno, menjadi impian saja jika tidak kita usahakan dengan baik.

Seiring perkembangan waktu, arus budaya asing masuk, banyak generasi muda umumnya lebih bangga dengan budaya Barat. Dimulai cara berpakaian, bergaul, gaya hidup, sopan santun sampai pola pikir. Fakta ini tentu sangat memprihatinkan dan bisa melunturkan karakter-karakter yang akan ditanamkan lewat pelajaran sejarah tersebut, karena akar sejarahnya tidak mereka kenal. Mengeliminir hal itu, penerapan variasi metode dan model pembelajaran sangat penting untuk dilakukan guru dalam mencapai tujuan.

Baca juga:   Media Film Tingkatkan Minat Siswa dalam Belajar Sejarah

Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan Kompetensi Dasar 3.10. Menganalisis strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda, kelas XI MIPA SMA semester genap dengan makar. Seperti di SMA Negeri 1 Patean. Siswa diajak “Makar” untuk memudahkan memahami strategi perjuangan Diplomasi. Makar di sini bukan tindakan untuk menggulingkan pemerintah, tetapi merupakan akronim “main kartu” atau Model Index Card Match. Model Index Card Match adalah salah satu dari Cooperative Learning, yaitu “mencari pasangan kartu.” Model ini cukup menyenangkan untuk lebih mudah memahami materi pembelajaran yang akan diberikan. Guru menggunakan model ini dengan harapan siswa menjadi belajar dengan senang, antusias sehingga materi yang diberikan terus diingat dan tentu hasil belajarnya lebih bagus. Langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut :

Guru membuat potongan-potongan kertas sejumlah siswa yang ada dalam kelas. Agar lebih menarik bisa dengan berbagai warna. Setelah diperoleh potongan sejumlah siswa, kemudian dibagi dua bagian yang sama. Separuh bagian ditulis pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang akan diajarakan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan berkaitan dengan materi perjuangan Diplomasi. Uraian materi meliputi Perjanjian Linggarjati, Renville, Roem Royen, peran PBB, terbentuknya RIS sampai KMB. Pada separuh kertas yang lain berisi jawaban dari pertanyaan tersebut. Guru mengocok semua kertas sehingga tercampur antara soal dan jawaban. Setiap siswa diberi satu kertas.

Baca juga:   Makna Hari Pahlawan dalam Konteks Kekinian

Guru menjelaskan bahwa ini aktifitas yang dilakukan dengan berpasangan. Separuh siswa mendapat soal dan separuh siswa mendapat jawaban. Siswa diminta untuk menemukan pasangan mereka. Jika siswa sudah menemukan pasangan, maka siswa duduk berdekatan. Guru juga menjelaskan bahwa mereka tidak boleh memberi tahu materi yang sudah mereka dapatkan kepada teman yang lain. Setelah semua siswa menemukan pasangan dan duduk berdekatan, kepada setiap siswa diminta untuk membacakan soal yang diterima dengan suara keras kepada temannya yang lain. Selanjutnya soal dijawab oleh pasangannya. Guru mengakhiri proses pembelajaran dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan. Guru mengidentifikasi siapa saja siswa yang pasangannya benar antara kartu soal dengan jawaban. Pasangan yang benar diapresiasi dengan skor nilai 100. Bila pasangan salah , siswa diminta mencari kembali pasangannya. Bila sudah menemukan pasangannya kembali dan benar, maka diberi nilai sesuai batas nilai tuntas. (pgn1/zal)

Guru Sejarah SMA Negeri 1 Patean

Populer

Lainnya