Gudep Mantap Tingkatkan Karakter Siswa di Sekolah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GUDEP adalah satuan terdepan Gerakan Pramuka masih banyak mengalami berbagai kendala dalam mengembangkan karakter peserta didiknya, mulai dari golongan siaga sampai golongan Penegak serta pengembangan kreativitas pembinanya.

Prosedur pengelolaan Gugus Depan perlu penanganan secara serius. Administrasi Gugus Depan belum dioptimalkan. Sampai saat ini, masih banyak Gugus Depan yang belum memaksimalkan menjalankan peran dan fungsinya sebagai satuan terdepan pendidikan kepramukaan. Banyak peserta didik di Gugus Depan kurang terlayani dengan baik sehingga kecakapan yang harus dimiliki peserta didik tidak sesuai dengan harapan. Di samping itu, masih ada pembina yang kurang memahami tugas pokok peran serta Gugus Depan sebagai satuan pendidikan kepramukaan.
Mabigus setengah hati dalam melibatkan diri dalam kegiatan Gugus Depannya. Keorganisasian Gugus Depan belum dijalankan dengan baik sesuai PDKMK Gerakan Pramuka. Problematika Gugus Depan yang demikian itu tampaknya perlu segera diatasi agar Gugus Depan mampu melahirkan peserta didik yang berkarakter.

Petunjuk pelaksanaan pengembangan Gugus Depan Mantap Kwarda Jawa Tengah nomor 078 tahun 2019. Bahwa gugus depan yang mantap ditandai dengan kuatnya manajemen pengelolaan Gudep, tersedianya sumberdaya manusia baik pembina dan peserta didik yang cukup, adanya dukungan keuangan dan sarpras, aktifnya gugus depan melaksanakan kegiatan kepramukaan, terwujudnya peserta didik yang mencapai kecakapan umum, khusus dan pramuka garuda, adanya prestasi kepramukaan, kemitraan gugus depan dan kehumasan yang baik.

Baca juga:   Memotong Tuntas Cara Belajar Konvensional dengan Jigsaw

Kuatnya manajemen pengelolaan Gugus Depan SDN 1 Patukangan Kendal dapat menggerakkan tugas pokok dan fungsi pengembangan pendidikan karakter siswa melalui bidang kepramukaan. Manajemen Gudep antara lain meliputi pengelolaan administrasi, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana.

Pengelolaan administrasi di Gugus Depan yang baik dapat diawali dengan Musyawarah Gugus (Mugus). Peran Gugus Depan yang diketuai oleh Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) orang pertama yang paling bertanggung jawab pada satuan pendidikan terdepan. Yaitu seorang pembina yang memiliki berbagai kompetensi tentang Kepramukaan.

Dengan peran Kamabigus untuk menganalisa dan memahami kompetensi pembina, sebagai dasar musyawarah gugus dapat disusun sebuah program peningkatan profesionalisme kompetensi pembina melalui Kursus Kepramukaan. Yaitu diawali keaktifan pembina di Gudep untuk mengikuti. Kursus Mahir Dasar (KMD), Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML), Kursus Pelatih Tingkat Dasar (KPD) sampai jenjang pendidikan teringgi yaitu mengikuti Kursus Pelatih Tingkat Lanjutan (KPL).

Kegiatan yang telah diencanakan dan diprogramkan melalui Musyawarah Gugus Depan (MUGUS), akan melahirkan Tenaga Pendidik Keramukaan yang handal. Pembina yang handal memiliki kecakapan berbagai keilmuan tentang Pendidikan Kepramukaan, mulai dari tugas pokok, fungsi dan peran serta sebagai seoran pembina yang patut diteladani.

Baca juga:   Permainan “Mosik” untuk Meningkatkan Keaktifan dan Karakter Siswa

Pembina yang patut diteladani adalah pembina yang mampu membawa dirinya ke arah tujuan pendidikan kepramukaan sesuai Kode dan Janji Moral Kepramukaan, “Tri Satya” dan “Dasa Darma” Pramuka. Pembina yang profesional mampu memegang amanah mampu mengaplikasikan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDKMK).

Metode Kepramukaan adalah metode belajar interaktif dan progresif yang dilaksanakan melalui Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka. Belajar sambil melakukan Learning by Doing. Kegiatan berkelompok, bekerjasama dan kompetisi. Kegiatan yang menarik dan menantang. Kegiatan di alam terbuka. Kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan dan dukungan. Penghargaan berupa tanda kecakapan. Dan satuan terpisah antara putra dan putri.

Gudep mantap mempunyai visi misi yang jelas. Hal ini tentunya harus melaksanakan kurikulum kepramukaan yang ada. Kurikulum pendidikan kepramukaan terdiri atas kurikulum untuk peserta didik dan kurikulum untuk anggota dewasa. Kurikulum untuk peserta didik terdiri atas syarat kecakapan umum, syarat kecakapan khusus dan syarat pramuka garuda sesuai dengan jenjang pendidikan dan satuan karya. Kurikulum untuk anggota dewasa terdiri atas kursus, pelatihan dan peningkatan keterampilan. (pgn1)

Guru SDN 1 Patukangan Kendal

Populer

Lainnya