Belajar Kisah Keteladanan Walisongo melalui Pembelajaran Daring

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran No. 3 tahun 2020 tentang pencegahan covid-19 pada satuan pendidikan pada 9 Maret 2020; Surat Edaran Menteri Kesehatan No. HK.02.01/MENKES/199/2020 pada 12 Maret 2020; dan Surat Edaran Sekjen Kemendikbud No. 36603/A.A5/OT/2020 pada 15 Maret 2020, kasus covid-19 maka penulis menggunakan sistem pembelajaran di SD N 2 Bulugede menggunakan pembelajaran daring.

Di tengah maraknya wabah penyakit covid 19 yang melanda di Indonesia, pemerintah mengimbau kepada semua rakyat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan Work from Home (bekerja dari rumah). Baik masalah ibadah, pekerjaan, maupun pembelajaran siswa harus dilaksanakan di rumah. Hal ini untuk menghindari tertularnya wabah penyakit covid 19. Dengan imbauan tersebut, maka siswa kelas 4 SDN 2 Bulugede juga taat pada imbauan pemerintah, sehingga mereka belajar tentang Kisah Keteladanan Walisongo melalui pembelajaran daring.

Di dalam Alquran surat Yunus ayat 62-63 dijelaskan bahwa Wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa kepada Allah swt. Keimanan yang dimiliki Wali Allah tidak dicampuri oleh kesyirikan. Keimanan para Wali Allah tidak sekedar pengakuan, tetapi keimanan mereka menghasilkan ketakwaan. Mereka melakukan apa yang diperintah oleh Allah dan menjauhi apa yang di larang-Nya.

Baca juga:   Bangkitkan Rasa Kebangsaan melalui Ziarah ke Makam Pahlawan

Siapa saja wali Songo itu ? yaitu : Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Muria dan Sunan Gunung Jati. Dari semua sunan yang jumlahnya sembilan atau yang dikenal dengan Wali Songo, banyak sekali sifat-sifat ataupun peran penting yang dilakukan oleh Wali Songo yang perlu diteladani oleh umat Islam khususnya siswa kelas 4 SDN 2 Bulugede Patebon Kendal.

Materi tentang Keteladanan Wali Songo ini disampaikan melalui pembelajaran daring. Yaitu merupakan pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dengan siswa , tetapi dilakukan secara online. Pembelajaran daring memang membutuhkan tanggungjawab, kemandirian dan ketekunan pribadi, tidak ada yang mengontrol selain dirinya sendiri. Pembelajaran online akan memberikan kinerja yang lebih bagus dibanding dengan pembelajaran konvensional, karena selain berpengetahuan mereka juga menggunakan teknologi.

Pada pembelajaran online ini , setiap siswa harus mendownload dan membaca materi, menjawab soal serta mensubmit tugas secara mandiri. Pembelajaran daring akan berjalan dengan baik apabila akses internet bisa menjangkau ke seluruh daerah, sehingga pendidikan secara online dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.

Baca juga:   Asyik dan Ceria dengan Modeling The Way

Di samping anak mendownload, anak di juga dipinjami buku paket Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dari sekolahan. Guru memberi tugas kepada siswa untuk membaca sendiri tentang Kisah Keteladanan Wali Songo. Anak diharapkan untuk memahami tentang Kisah Walisongo tersebut. Bila siswa ada yang kurang paham, maka diharapkan siswa untuk mengajukan pertanyaan kepada guru lewat media sosial yaitu WhatsApp. Kemudian seorang guru menjelaskan melalui group di media sosial/WhatsApp khusus kelas 4, supaya seluruh siswa mengikuti penjelasan dari guru.
Pembelajaran daring ini terdapat kelebihan diantaranya siswa agar bisa lebih inovatif dan kreatif dalam belajar (student centered learning). Akan tetapi ada juga kekurangannya yaitu memerlukan kesiapan perangkat dan tentu paket data internet yang memiliki sinyal yang baik. Dengan demikian, adanya covid-19 yang melanda Indonesia tidak menutup kemungkinan bagi siswa untuk tetap belajar, meskipun melalui pembelajaran daring. (pgn2/ton)

Guru PAI SDN 2 Bulugede

Populer

Lainnya