Terampil Bertanya dengan Media Gambar

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Anak-anak usia Sekolah Dasar memiliki rasa keingintahuan besar. Keingintahuan anak akan menimbulkan banyak pertanyaan. Bertanya dengan baik dan benar perlu dilatih, agar anak menjadi terampil bertanya. Membuat pertanyaan yang baik mulai diajarkan di kelas 2 semester 2 tema 6 pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia terampil memiliki makna cakap dalam melaksanakan tugas, mampu, dan cekatan. Bertanya memiliki makna meminta keterangan, meminta supaya diberi tahu. Terampil bertanya dapat diartikan kecakapan atau kemampuan seseorang untuk meminta keterangan atau supaya diberitahu. Materi pembelajaran kelas 2 SD adalah termasuk jenis kalimat tanya biasa, yaitu kalimat tanya untuk menggali informasi. Kalimat tanya untuk menggali informasi menggunakan kata tanya. Kata tanya yang dipergunakan dirumuskan dengan 5 W + 1 H, what (apa), where (di mana), who (siapa), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana) (https://www.gurupendidikan.co.id).

Media artinya alat bantu pembelajaran (Raharjo: 1991). Gambar dapat diartikan sebagai tiruan barang (orang, tumbuhan, hewan, dan sebagainya) yang dibuat dengan tinta, cat, coret, potret, dan sebagainya (Poewodarminto dalam Utami: 2000). Media gambar adalah alat bantu pembelajaran yang digunakan oleh guru yang berupa barang tiruan dua dimensi untuk memotivasi peserta didik, memperjelas informasi, atau pesan-pesan pembelajaran yang disampaikan guru.

Baca juga:   Matematika Dapat Membentuk Karakter Siswa dalam Menyelesaikan Masalah

Dalam pembelajaran di SDN 2 Patukangan, penulis sebagai guru kelas 2 menggunakan media gambar karena dipandang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu siswa terampil bertanya dengan baik dan benar. Sebelum menampilkan gambar, guru menjelaskan tentang kalimat tanya. Suatu kalimat termasuk kalimat tanya jika memiliki ciri-ciri kalimat tersebut diawali dengan kata tanya dan diakhiri dengan tanda baca tanya (?). Kemudian guru menampilkan gambar. Diusahakan gambar tunggal terlebih dahulu dan gambar sering dilihat anak. Sebagai contoh guru menampilkan gambar bunga mawar di layar LCD.

Untuk tahap pertama guru masih mengarahkan dan memberi pancingan. Misalnya bertanyalah tentang warna bunga dan warna daun gunakan kata tanya apa. Jika seorang siswa sudah mencoba membuat kalimat tanya dan benar guru memberi reward sederhana (misalnya tepuk hebat), anak-anak yang lain pasti akan mencoba. Situasi yang seperti ini merupakan kesempatan baik bagi guru untuk mengarahkan lebih lanjut dan menjelasan fungsi setiap kata tanya. Setelah menggunakan kata apa, dilanjutkan dengan menggunakan kata di mana, dan seterusnya sehingga dapat menggunakan kata tanya dengan tepat.

Baca juga:   Media Gambar untuk Mengoptimalkan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran IPS

Langkah selanjutnya guru menampilkan gambar yang lebih komplek. Gambar yang ditampilkan sesuai dengan tema pembelajaran. Misalnya gambar hewan peliharaan di rumah. Siswa diberi kesempatan untuk mengamati gambar, guru mengingatkan kembali ciri-ciri kalimat tanya, dan pertanyaan harus ada jawabannya. Siswa dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok apa, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana. Guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk membuat satu pertanyaan secara lisan. Pertanyaan yang dibuat setiap kelompok kemudian dibahas bersama-sama. Kelompok yang lain memberi tanggapan. Setelah tugas kelompok selesai, siswa membuat pertanyaan secara tertulis. Masing-masing siswa membuat lima pertanyaan dengan lima kata tanya. Pertanyaan ditulis di buku pekerjaan secara individu. Jika siswa sudah mampu membuat pertanyaan dengan benar, merupakan awal yang baik menuju terampil bertanya. Meskipun demikian, bertanya tetap diterapkan di setiap pembelajaran untuk melatih keterampilan bertanya siswa. (pgn2/ton)

Guru SD N 2 Patukangan Kendal

Populer

Lainnya